Niat Giran Pada Lara

1640 Kata
Tak lama suara Laninna terdengar membuat Axton dan Luruh menyimak alasan Laninna sampai menelpon Axton sedangkan Luruh terdiam karena bukan saatnya untuk ikut campur dalam urusan orang lain lalu Axton berusaha untuk cepat mengakhiri panggilan telepon dari Laninna. "Halo, Axton? Tumben banget lu gak ada kantor? Lu lagi ada dimana? Hm? Ini gue lagi di kantor lu mah ngajak lu sarapan di restoran, eh kata karyawan lu lagi gak di sini? Terus gue harus ke mana nih? Oh iya lu udah sarapan belum? Jangan bilang lu cuma lagi bersembunyi jadi bilang begitu ke karyawan lu ya," ujar Laninna manja. "Ada urusan apa lu ke kantor gue? Gue lagi sama istri gue nemenin runitas dia, tumben banget lu ke kantor gue cuma buat ngajak sarapan? Lu lupa ya kalau setiap pagi gue udah sarapan sama istri gue, ngapain makan di luar sama lu? Ngapain gue bersembunyi?! Gue emang beneran lagi di kantor dan mending lu bilang aja tujuan lu nelpon gue buat apa!" sahut Axton datar. "Gak salah sih lu ngomong gitu, ya emang kenapa sih gue pengen datang berkunjung gak boleh gitu? Kita ini teman lama ya wajar kalau pergi-pergi atau saling mengkhawatirkan bukan sesuatu yang salah kok! Masa iya nelpon temen sendiri aja harus ada tujuan sih, Axton! Lu kagak waras apa gimana sih?! Seharusnya lu tuh jangan jadi suami takut istri tau gak!!" ucap Laninna serius. "Bukan masalah boleh atau gak boleh, Laninna! Sekarang gue ini suami yang sudah beristri jadi gue gak bisa semau gue pergi sama lu kayak gue sebelum menikah! Tenang aja gue tetap baik sama lu cuma lu sendiri juga harus tau batasan jangan sampe nyakitin istri gue! Kayaknya tidak ada hal mendesak atau serius jadi gue tutup telponnya ya! Assalamualaikum," ujar Axton datar. Panggilan telepon berakhir karena Axton merasa jika teman baiknya itu hanya bosan dan agak terasa menyebalkan terlebih sekarang ia mengerti kalau ada hati yang Axton jaga di bandingkan mendengarkan teman yang pernah menaruh hati padanya, di saat suasana ruang rawat Lara terasa begitu hening tiba-tiba saja pintu terbuka membuat Rajan mengepalkan tangannya kesal. "Jangan salah paham pada omongan Laninna yang sama sekali tidak benar, Luruh! Dia hanya sedang bosan dan mungkin selama aku belum menikah aku selalu menemani kemanapun ia ingin pergi jadilah dia menyebalkan seperti ini! Tenang saja, semenjak menikah denganmu aku tidak lagi menemani kekonyolannya karena aku tau ada hatimu yang harus jaga jadi kamu boleh percaya padaku ataupun tidak! Setidaknya aku sudah menjelaskan ya," gumam Axton lelah. "Sepertinya bukan waktu yang tepat untuk aku mengunjungi mantan kekasihku ya? Ramai sekali di sini? Ada acara apa? Oh iya Lara aku tau bahwa kamu masih ingin bersamaku jadi bagaimana jika kita memperbaiki hubungan kita toh kebahagiaanmu hanya aku seorang iya kan? Tidakkah kamu takut jika meninggal tanpa kebahagiaanmu," ujar Giran santai. Lara yang mengerti jika teman baiknya berusaha menahan rasa kesal akan sikap tiba-tiba Giran membuatnya menanyakan apa niat Giran datang ke ruang perawatannya sebab saat ini Lara benar-benar tidak ingin di kunjungi oleh orang luar dan tak lama Giran tertawa lalu ia menyahuti ucapan mantan kekasihnya dengan bangga. "Berhenti berbicara omong kosong, Giran! Bukankah kamu bilang setelah putus maka kamu akan muak dengan semua ucapanku? Lantas untuk apa kedatanganmu ini? Apa niatmu sampai kamu bertingkah seolah semua tidak ada masalah? Lupakah kamu bahwa mantan kekasih itu tidak perlu saling mengunjungi? Pergi sekarang juga! Aku tak ingin di kunjungi oleh orang luar seperti kamu ini," ujar Lara datar. "Omong kosong? Orang luar katamu? Di banding Rajan dan aku, tentu saja Rajan adalah orang luar juga selain aku bukan hahahaha! Kamu yang bilang bahwa tidak satu haripun kamu mampu melalui penyakitmu tanpaku! Lihatlah sekarang! Kamu semakin sakit-sakitan tanpaku jadi sudah jelas bahwa kita harus tetap selalu bersama iya kan," sahut Giran senang. Luruh yang tidak suka melihat sikap angkuh dari mantan kekasih kakaknya membuat gadis itu memperingatkan Giran untuk jangan keterlaluan pada kakaknya, kemudian dengan kesal Giran membentak Luruh yang di anggap terlalu ikut campur dalam masalah hubungan dirinya dan Lara sedangkan Axton balik memarahi Giran yang di anggap menganggu keberadaannya. "Lancang sekali mulut anda itu ya!! Mantan mah mantan aja gak usah bertingkah seolah-olah kakak aku gak bisa hidup tanpa kamu! Cuma orang gak waras yang berselingkuh terus mutusin kak Lara dan sekarang bertingkah angkuh begini?! Itu pintu keluar di sana mending anda keluar dari ruang perawatan ini sekarang juga! Jangan menguji kesabaranku dah!!" omel Luruh kesal. "Lu kira lu siapa sampai berani-berani membahas kesabaran sama gue hah!! Lu tuh cuma adik Lara jadi lu gak berhak ikut campur sama masalah hubungan kita! Bocah baru kapan aja udah seenaknya berbicara soal angkuh begini!! Ingat ya, lu tuh gak tau apa-apa soal hubungan orang lain jadi seharusnya lu tuh tau diri dan cukup diam aja dah?!" bentak Giran marah. "Kalau dia gak berhak ikut campur seharusnya lu juga gak usah membentak dia! Lagipula dia adiknya ya wajar kalau dia ingin melindungi kakaknya itu artinya otak dia di gunakan dengan benar! Minta maaf lu sama dia, jangan sampe gue tarik kepala lu buat sujud ke bawah dah! Cukup sekali lu gue lepasin dari masalah lu! Lara sakit juga karena lu! Semua masalah yang ada di hidup Luruh dan Lara yaitu gara-gara lu jadi tau diri dah?!" murka Axton geram. Rajan mengerti jika pemuda yang bernama Giran ini tidak bisa di biarkan begitu saja karena dia selalu saja mencari musuh kemanapun langkahnya pergi hingga dengan tegas pemuda itu meminta Giran untuk mengatakan alasannya datang ke sini lalu setelahnya cepatlah pergi. "Ucapan Axton benar! Terakhir itu kan Lara kalian pukul sama vas atau benda gitukan? Udah gak usah banyak alasan mending sekarang lu bilang aja apa alasan lu datang ke sini kalau udah ngomong baru dah pergi dengan kaki lu sendiri! Kali ini akan benar-benar serius menghadapi lu kalau lu masih ngeyel tetep di sini!" ujar Rajan serius. Sayangnya ucapan Rajan malah dibalas pukulan di sisi kiri wajahnya hingga membuat Rajan sedikit terdorong ke belakang, tetapi pemuda itu memilih diam karena dipikiran Rajan saat ini adalah keadaan Lara yang bisa kembali menurun jika dirinya bertingkah gegabah hanya karena emosinya sesaat. "Sabar, Rajan! Sabar! Lu gak boleh kepancing sama tingkah Giran! Gue harus tetap diam karena saat ini keadaan Lara bisa kembali menurun kalau melihat gue berkelahi sama cowok gak waras itu! Gue harus tetap tenang dan jangan gegabah karena kesehatan Lara jauh lebih penting dan lagipula menghadapi Giran hanyalah emosi sesaat aja kan," batin Rajan datar. Namun Lara sendiri justru tidak bisa membiarkan Giran yang seenaknya saja memukuli orang terlebih orang itu adalah Rajan yang sudah di anggap teman baik Lara dan tentu saja gadis itu benar-benar tak bisa membiarkan temannya di perlakukan tidak baik seperti ini jadi dengan tegas Lara memperingatkan Giran untuk tak perlu mencari dirinya lagi. "Lu sih benar-benar bukan manusia, Giran! Lu lebih rendah dari binatang tau gak!! Gak semua hal bisa di selesaikan dengan fisik! Apakah dengan lu bersikap ini gue mau balikan sama lu? Konyol tau gak! Rajan bukan orang luar! Dia teman baik gue jadi gue gak akan terima perilaku lu ini tau gak, Giran! Pergi?! Sekarang dan jangan cari gue lagi! Kita udah selesai!" ujar Lara tegas. Pemuda itu mengepalkan tangannya kesal, bukan hal ini yang ingin Giran lihat dari rencananya dan ia tidak suka jika Lara malah membuat niatnya gagal begini padahal pemuda itu sudah sangat yakin jika Lara masih bisa ia kendalikan ternyata Lara sudah bukan seseorang yang sama lagi bahkan terlihat berbeda. "Bagaimana dia berubah? Dulu dia selalu patuh sama semua ucapan gue! Terus sekarang nada dan sorot matanya mengatakan bahwa dia bukanlah orang yang sama dengan sebelumnya! Gak! Gue gak bisa biarin dia menang begini! Gue gak akan biarin niat gue gagal jadi Lara! Lu tunggu saja niat seorang Giran untuk gadis lemah seperti lu ini dah?!" batin Giran geram. Tidak hanya Giran yang terkejut dengan sikap Lara melainkan Luruh dan Rajan ikut terkejut sebab tak biasanya Lara memilih untuk memarahi Giran padahal Lara selama ini selalu memilih untuk diam dan jarang terlihat marah seperti kali ini lalu tak lama tanpa mengatakan apa-apa lagi Giran pergi begitu saja. "Barusan Lara membela gue? Dia yang selalu bersikap lemah lembut bisa menjadi seberani dan sekuat ini ya ternyata? Ya ampun rasanya gue kayak baru melihat orang berbeda? Lalu kenapa selama ini Lara selalu memilih diam dan tak memarahi Giran ya? Wah benar-benar gadis yang tangguh ya dia ini," batin Rajan terkejut. "Ya ampun kak Lara? Ternyata kakak bisa marah sampai seperti ini ya? Apakah dengan marah begini keadaan kakak masih tetap akan baik-baik saja? Aku khawatir karena marah kakak malah jadi semakin tertekan? Semoga saja hal itu tidak terjadi ya Allah! Tolong lindungi dan kuatkan selalu kak Lara ya Allah! Aku tak ingin dia terluka," batin Luruh khawatir. Setelah kepergian Giran yang entah dengan tujuan apa dia datang menemui Lara tak lama Axton menitipkan pesan agar Rajan dan Lara berhati-hati karena niat pemuda itu terlihat seperti masih sangat ingin mengusik Lara padahal Giran sendiri yang sudah berselingkuh dan memutuskan hubungannya dengan gadis itu. "Manusia itu sepertinya punya niat yang berbahaya untuk Lara sebab dari ucapannya tadi dia seperti memiliki niat yang gak baik padahal sudah jelas dia tidak memiliki alasan untuk kembali dengan kamu, Lara! Ke depannya Rajan tolong hati-hati ya? Sepertinya dia akan datang lagi jika niatnya belum ia dapatkan untuk kalau ada apa-apa langsung bilang kami ya!" tutur Axton serius. Tanpa sadar waktu bergulir dengan cepat dan Luruh benar-benar meluangkan waktunya Lara sedangkan Axton menemani istrinya karena hanya dengan melihat senyuman dan ekspresi gadis itu yang bahagia membuat hati Axton juga merasakan kebahagiaan dan perasaan hangat yang belum pernah ia rasakan. "Semakin aku mengenal Luruh, semakin aku memahami jika dia adalah orang yang sederhana dan baik padaku! Syukurlah setelah hal berat yang ia lalui, sekarang ia bisa tersenyum dengan bahagia dan aku hanya ingin selalu melihat dia bahagia seperti hari ini! Akan aku lakukan apapun demi kebahagiaanmu sayang," batin Axton bahagia.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN