Mendengar pertanyaan Axton membuat Luruh menyahutinya dengan santai seolah-olah tidak terjadi apapun sementara dalam diam Axton merasa ada yang tidak beres dengan mimpi Luruh sebab ia tidak pernah seperti ini sebelumnya jadi tak lama Axton berniat untuk menghubungi daddynya karena Axton ingin meminta saran.
"Tidak perlu, aku baik-baik saja Axton! Mungkin tadi hanya aku sepertinya kurang beruntung jadi bermimpi kurang baik begini! Sudah tak apa-apa kok! Ya sudah tak usah di pikirkan lagipula ini mungkin efek samping dari kelelahan saja, Axton! Aku cuci muka dulu ya biar pikiranku lebih tenang sedikit, " sahut Luruh santai.
"Bagaimana aku bisa tak memikirkan dia? Ini baru pertama kalinya aku melihat Luruh terbangun bahkan ketakutan begini? Sepertinya ada hal yang tidak beres dari mimpi Luruh? Apakah aku perlu menghubungi dokter ya? Aku tidak ingin melihat dia ketakutan seperti ini, oh iya sebaiknya aku menghubungi daddy saja ya untuk meminta saran," batin Axton khawatir.
Sayangnya dering pertama hingga kedua belum dijawab oleh Albern lalu ketika dering ketiga tak lama terdengar suara daddynya yang menanyakan ada hal apa Axton menelpon dirinya di jam seperti ini lalu dengan cepat Axton menanyakan apakah mommynya pernah bermimpi tak baik seperti Luruh.
"Halo, assalamualaikum! Ada apa, Axton? Tidak biasanya kamu menelpon daddy seperti ini? Hm? Ada masalah yang terjadi ya? Ini sudah terlalu sore untuk membahas pekerjaan bukan? Kalau memang ada hal yang ingin kamu sampaikan cepat bilang saja! Kamu ingin membahas apa dengan daddy?" tanya Albern bingung.
"Waalaikumsalam, dad! Aku ingin tanya soal ini loh mimpi tak baik! Apakah mommy pernah bermimpi tak baik? Tadi kami terbangun karena Luruh tiba-tiba terbangun dan bilang kalau dia mimpi gak baik jadi aku mau nanya apakah ada solusi untuk menghibur Luruh yang seperti ini, dad?" tanya Axton penasaran.
Ucapan putranya membuat Albern mengerutkan dahinya bingung lalu tak lama Albern bercerita jika mommy Axton tidak pernah bermimpi tak baik dan pria paruh baya itu menyarankan jika Axton mengajak istrinya berlibur mungkin Luruh butuh hiburan makanya ia tidak bisa nyenyak dalam tidurnya.
"Dikirain tuh ada apaan, mommymu gak pernah bermimpi gak baik dan mungkin saja itu hanya bunga tidur saja, Axton! Bagaimana jika kamu mengajak Luruh berlibur? Mungkin istrimu butuh hiburan makanya dia bermimpi yang gak baik dan tiba-tiba terbangun begitu! Otak kita kadang butuh hiburan meskipun hanya sejenak, Axton!" tutur Albern serius.
Axton yang merasa jika saran daddynya mungkin bisa membantu menghibur Luruh dan tidak lama ia mengakhiri panggilan telepon dengan daddynya lalu ketika melihat istrinya keluar dari kamar mandi tak lama Axton menanyakan Luruh ingin pergi ke mana jika ia memiliki waktu untuk berlibur.
"Jadi begitu ya, dad! Baiklah sepertinya saran daddy bisa membantuku untuk menghibur Luruh! Ya sudah aku tutup panggilan teleponnya ya daddy! Oh iya sampaikan salamku pada mommy nanti lain waktu dan Luruh akan pergi main ke sana, dad! Assalamualaikum!" ucap Axton santai.
"Iya coba saja saran, daddy! Baiklah nanti akan daddy kok, oh ya kalian juga sehat-sehat dan jangan sungkan bercerita pada kami jika ada masalah ya, Axton! Jangan lupa berikan kami cucu yang menggemaskan satu atau dua tak masalah hahaha! Waalaikumsalam," sahut Albern serius.
"Daddy ini ada-ada saja! Eh, iya sayang! Apakah ada tempat yang ingin kamu kunjungi? Mungkin ada tempat yang ingin datangi jika kamu memiliki waktu berlibur, Luruh? Nah coba sekarang kamu ceritakan kamu ingin pergi ke mana? Ke manapun akan aku kabulkan jadi kamu tak perlu khawatir! Mau ke kota lainkah sayang? Hm?" tanya Axton lembut.
Mendengar pertanyaan Axton membuat Luruh mengerutkan dahinya bingung lalu tidak lama gadis itu menyahutinya dengan asal sebab kepalanya masih berdenyut sakit membuat Luruh mengistirahatkan tubuhnya di tempat tidur sementara Axton menelpon abangnya untuk segera memesankan pantai hanya untuk dirinya dan Luruh.
"Tempat yang ingin aku datangi ya? Rasanya aku ingin pergi ke pantai supaya aku bisa melihat matahari terbenam, Axton! Di pantai terasa sejuk dan deburan ombak juga terlihat indah terlebih ombaknya juga menyapu kaki kita jadi aku rasa di pantai cukup menenangkan untukku dan akan menyenangkan jika menulis namamu di pasir pantai," sahut Luruh santai.
"Baiklah aku mengerti sayang, tunggu sebentar ya! Halo, bang! Tolongin gue dong, pesanin pantai untuk di sewa gue sama Luruh! Gue gak mau ada orang lain di sana sekarang juga harusnya itu pantai udah atas reservasi nama gue ya! Buruan bang gue mau lihat matahari terbenam pokoknya!" ucap Axton serius.
Terang yang sedang di kantor membuat pemuda itu mengerutkan dahinya bingung, tapi dirinya tetap mengiyakan keinginan adiknya lalu tak lama panggilan telepon berakhir begitu saja hingga membuat Terang mengomel-ngomel dengan sikap Axton yang selalu menghubunginya sesuka hatinya.
"Astaga dragon!! Lu gampang banget ngomong begini ke abang lu sendiri, Axton! Baiklah gue pesanin sesuai keinginan lu, seingat gue di dekat rumah itu ada pantai kan ya? Apa lu mulai bosan memandang matahari dari balkon kamar lu yang menghadap ke arah pantai itu, Axton? Yaudah nih udah selesai tinggal datang aja ke sana," tutur Terang santai.
"Oke, bang! Nanti kalau ada hal penting lagi gue telpon lu lagi ya! Ingat! Ponsel lu gak boleh gak aktif tau gak!! Yaudah gue berangkat dulu dah nanti kalau orang reservasi malesin lu yang urus dah ya! Pokoknya gue cuma tau jadi dan beresnya aja! Assalamualaikum," ujar Axton datar.
"Punya adek modelnya begini amat dah ya? Nelpon abangnya kalau butuh atau kalau ada hal yang gak mau dia urus! Ya sudahlah emang dia begitu bentukannya kan ya!! Axton gak nelpon gue kalau dia gak menginginkan sesuatu sesuka hatinya! Pintar sekali sih anak satu itu! Gue yang repot nah dia yang happy! Dasar Axton menyebalkan," omel Terang sebal.
Setelah merasa sudah mempersiapkan tempat yang di inginkan Luruh membuat pemuda itu berjalan menghampiri Luruh dan mengusap-usap kepala istrinya lembut sambil mengajak Luruh untuk pergi dengannya, mendengar ajakan suaminya membuat Luruh bertanya mereka mau ke mana di jam hampir maghrib seperti ini.
"Luruh, ayok siap-siap sayang! Kamu tidak perlu memakai baju yang merepotkan cukup pakai baju yang nyaman dan hangat saja ya! Ada tempat yang ingin aku tunjukkan padamu jadi mari kita bergegas pergi ke sana sebelum nanti kita malah terlambat sayang," tutur Axton lembut.
"Mau ke mana, Axton? Ini udah hampir mau maghrib loh! Kamu yakin mau pergi keluar di jam seperti ini? Gak bisa perginya besok aja? Memang kamu mau menunjukkan apa padaku? Kok terlambat sih? Ada apaan sebenernya? Coba kamu jelasin dulu kee aku! Kita mau pergi ke mana sekarang, Axton? Hm?" tanya Luruh bingung.
Axton yang ingin Luruh melihat sendiri tempat yang sudah ia siapkan lebih memilih untuk Luruh pergi bersiap-siap dan Axton akan menunggu di mobil jika mereka sudah siap pergi, melihat tatapan mata suaminya yang serius membuat Luruh hanya mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti.
"Anggap saja aku memberikan kejutan jadi nanti kamu bisa melihat sendiri kita akan pergi ke mana, sayang! Kalau begitu ayok kita siap-siap dulu nanti kalau kita sudah selesai kamu tinggal langsung menghampiri aku di mobil saja ya? Tidak perlu pakai baju yang tak nyaman ya sayang! Apapun yang kamu pakai sudah pasti cantik kok," ucap Axton lembut.
Tak butuh waktu lama akhirnya Luruh dan Axton sampai di pantai yang terlihat sepi dan dari kejauhan Luruh bisa melihat jika sebentar lagi matahari akan terbenam dan gadis itu terdiam melihat pemandangan yang Luruh inginkan dan tidak pernah ia bayangkan akan seindah ini.
"Kamu mengajakku ke pantai, Axton? Indah sekali di sini? Ya ampun mataharinya sebentar lagi akan terbenam! Aku dulu pernah berharap akan melihat pemandangan menakjubkan ini, tetapi ternyata apa yang aku harapkan dengan kenyataan saat ini benar-benar jelas berbeda ya? Aku sampai tak bisa berkata-kata melihat pemandangan kesukaanku," gumam Luruh senang.
Dalam diam Axton tersenyum lembut saat ia melihat Luruh yang sibuk memandang sapuan ombak dengan tatapan senang, hati Axton terasa lengkap berkat kehadiran Luruh padahal hatinya masih belum pulih dan senyuman serta setiap ekspresi Luruh seperti obat untuk hati Axton yang rasanya masih retak dan berantakan.
"Mungkin kamu belum menyadari perasaan dan ketulusanku, tetapi hatiku merasa lengkap berkat kehadiranmu! Kamu berhasil menjadi obat untuk hatiku yang masih retak dan berantakan! Rasanya aku lengkap denganmu! Kamulah penyebab hatiku berharap lagi dan berdegup secepat ini hanya dengan senyumanmu, Luruh! Semoga suatu saat kamu juga bisa merasakan yang sama denganku," batin Axton sendu.
Luruh yang merasa ada seseorang yang memperhatikan dirinya membuat gadis itu melihat ke arah sampingnya di mana, Axton sedang memandang Luruh dengan tatapan yang membuat siapapun bisa salah paham dengan tatapan itu, sedangkan Axton yang mendengar pertanyaan istrinya membuat Axton menjelaskan jika ia berterima kasih pada Luruh sambil memeluk gadis itu erat.
"Apa yang kamu lihat, Axton? Kenapa kamu menatap aku seperti itu? Apakah ada sesuatu yang aneh di wajahku ya? Kalau orang lain yang melihatmu memandangku seperti ini mereka bisa salah paham dengan tatapanmu itu, Axton! Serius apa yang salah dariku?" tanya Luruh serius.
"Mana mungkin kamu salah, tentu aku hanya berterima kasih atas kehadiranmu dan kalau aku boleh jujur maka aku akan bilang jika aku lengkap denganmu! Kamu satu-satunya orang yang berhasil memberikan hatiku kesempatan untuk bahagia kembali dan berkatmu setiap hari satu hal yang aku rasakan ada mensyukuri kehadiranmu yang melengkapi aku," tutur Axton lembut.
Bukan hanya Axton saja yang merasa demikian Luruh juga merasa lengkap dengan kehadiran Axton yang selalu sabar menghadapi dirinya dan keduanya berpelukan sambil Axton memohon pada semesta untuk jangan memisahkan dirinya dengan Luruh apapun yang terjadi nantinya.
"Jadi kamu memikirkan hal itu, bukan hanya kamu saja yang merasakan perasaan itu sebab aku juga merasa bersyukur atas semua kebaikan dan kehadiranmu yang berhasil melengkapi hatiku yang tak pernah memahami cinta itu seperti apa, oh iya terima kasih juga karena telah sabar padaku ya," sahut Luruh sendu.
"Sama-sama sayang! Aku senang setidaknya sekarang aku tidak mencintai sendirian dan aku berharap semoga semesta jangan memisahkan aku dan kamu, pokoknya apapun yang terjadi nantinya aku berharap kita tetap seperti ini, sayang! Tolong ke depannya kita harus percaya satu sama lain ya," tutur Axton serius.
Dalam keheningan dan suasana pantai yang menenangkan itu Axton dan Luruh tak bisa lagi menangis atau tertawa sebab rasanya perasaan mereka bercampur aduk dan satu-satunya cara adalah membiarkan waktu menuntun mereka pada harapan dan kebahagiaan yang selalu mereka doakan dalam diam.