"Kak.., sarapan dong, kak!" Valen mengetuk pintu kamar James. Semenjak pulang belanja bulanan kemaren, Valen sering melihat kakaknya melamun. Valen semakin khawatir, semenjak semalam kakaknya pulang dengan mata sembab dan langsung mengurung diri di dalam kamar. James juga menolak ajakan Valen untuk makan bersama. Hingga akhirnya, Valen meletakkan makanan James di depan pintu kamarnya, namun itu juga hanya dimakan seperempat bagian oleh James. "Iya, nanti kakak makan!" Sahut James dari dalam kamarnya. "Kak, kalau ada masalah, Kakak boleh cerita ke Valen. Meski Valen hanya bisa mendengarkan kakak, tanpa memberikan solusi. Setidaknya kakak tidak memendamnya sendiri." Ujar Valen, tanpa mendapat balasan dari James. TING TONG Bel rumah berbunyi. Valen segera membuka pintu untuk melihat sia

