Ngggggg..." Tasya merasakan tempat tidurnya semakin sempit. "Banguuunnn!!" Tere dan Nadya semakin menghimpit Tasya di kasurnya. Tasya memberikan sebuah kunci cadangan kepada mereka berdua. Tasya merasa perlu berjaga-jaga, jika suatu hal yang tidak diinginkan menimpa dirinya. "Ngggg, bentar lagiiii!!" Sahut Tasya tanpa membuka matanya sama sekali. "Bangun, gak!!?" Ancam Tere. "Aaarggghhh. Iya, iyaa!! Ampun!" Tasya merintih kesakitan, karena harus tertimpa tubuh Nadya dan Tere. Nadya dan Tere menhindar dari tubuh Tasya lalu menariknya paksa dari posisi tidurnya. "Iyaaa, ada apa, sihhhh!!??" Tasya membuka sebelah matanya sambil menguap lebar. "Kamu utang cerita sama kami berdua." Jawab Nadya. "Ya, ampun. Cerita apaan? Harus banget yah, jam segini?" "Ini sudah jam 9, non! Mau jam ber

