“Kak, pacaran ngapain aja?” Sontak Bhina tersedak kulit ayam yang dia pesan sore ini ketika keduanya pulang menuju rumah. Tenggorokannya mendadak sangat-sangat kering karena pertanyaan Bhanu yang sangat amat acak itu. Dia tidak mengira jika adiknya akan masih membahas tentang hubungan ketertarikan lawan jenis yang ia kira sudah selesai mereka bahas ketika mobil mereka sampai di parkiran McDonald. “Lho, kok keselek?” imbuhnya lagi dengan raut wajah tak berdosa dan tangannya memegang burger yang dia tambahkan kentang goreng di dalamnya. Bhina memberi jeda setelah melegakan tenggorokannya dengan minuman bersoda berukuran besar itu, “Kamu ngagetin kalo tanya.” Bhanu tidak mengindahkan rasa risih atau terkejut sang kakak ketika dia menanyakan hal yang memang dianggap cukup pribadi. Akan t

