*Flashback
"Ayolah aku bosan, kau ini ! Seharusnya kau yang mengajakku untuk pergi, kau seharusnya menjamuku dengan baik saat aku pulang" ucap Han menggerutu.
"Bisa tidak kau diam sebentar, daritadi kau selalu mengoceh. Tak usahlah kau pulang ke sini, bukankah kau punya rumah sendiri?" ucap KimSeo dengan datar tanpa menatap.
"Yak!! Kau ini benar-benar, aku mengunjungimu terlebih dahulu itu artinya aku benar-benar mengganggapmu teman, walaupun kau sama sekali tidak bisa disebut teman, cih !" ucap Han.
"Kalau begitu kau tinggal angkat kaki dari rumahku" timpal KimSeo.
"Yak !! Aish !! Kau sama sekali tidak berubah walau sudah beberapa tahun tidak bertemuku" ucap Han menendang kaki KimSeo.
"Yak yak !! Jangan menendangku !! Kau pun tidak berubah, tetap menjengkelkan !!" balas KimSeo memukul belakang kepala Han.
Ya itu lah mereka selalu bertengkar, walau sebenarnya mereka selalu saling membutuhkan satu sama lain, namun selalu saja ada pertengkaran yang menghiasi persahabatan mereka.
"Biar aku traktir kau bila kau mau menemaniku, bagaimana ?" tawar Han.
"Hmm benarkah ? Baiklah aku mau" ucap KimSeo lalu beranjak dan memakai jaketnya lalu keluar.
"Aish si pohon kelapa itu benar-benar, mengapa aku harus membujuk seperti itu dulu baru dia mau menemaniku" ucap Han menggelengkan kepala lalu juga memakai jaket dan menyusul KimSeo.
"Biar aku yang menyetir mobil" ucap Han meminta kunci mobil KimSeo.
"Hm ? Baiklah" ucap KimSeo lalu melemparkan kunci mobil pada Han.
Mereka pun pergi menuju tempat yang Han inginkan. Di perjalanan pun mereka tak henti berbincang segala hal, bertukar cerita dan masih tetap diwarnai perdebatan kecil dan ejekan di setiap perbincangan mereka.
"Yak ! Kau ini kalau menyetir yang benar, lihat ke depan dengan fokus" ucap KimSeo.
"Kau berisik sekali, aku ingin sambil melihat jalanan di sini, aku kan sudah lama tidak berada di sini" ucap Han.
"Kalau begitu aku saja yang menyetir bodoh, kalau kau memang ingin melihat jalanan di sini" ucap KimSeo.
"Aish kau berisik sekali, sudah kau di-"
"Han awas di depanmu !!!!!"
Han membantingkan stir mobilnya saat kendaraan lain dari lawan arah melaju dengan cepat hampir menabrak mobil yang ditumpangi mereka.
"Han awas !!!!"
Brukkk!!
Saat Han berhasil menghindari kendaraan dari lawan arah, Han menabrak seorang gadis yang sedang berada di pinggir jalan. Mobil yang dikendarai Han pun kembali kehilangan keseimbangan dan menabrak batas jalan sampai mobilnya pun terbalik, menyeret mereka yang terjebak di dalam mobil sebanyak beberapa puluh meter. Beberapa orang yang ada di sekitar mulai menghampiri tempat kecelakaan, relawan berusaha mengeluarkan Han dan KimSeo yang terjebak dalam mobil dengan luka yang sudah tidak bisa dijelaskan. Sedangkan tak jauh dari sana beberapa orang mengamankan seorang gadis yang sudah tak sadarkan diri. Setelah beberapa lama ambulan pun datang membawa tubuh mereka.
"Tubuhku !! Kalian mau kemanakan tubuhku !! Aish biarkan aku masuk kembali pada tubuhku !! Yak !!"
Ya ... ucapan itu terucap dari seseorang, seseorang yang sudah menyadari bahwa dia bukan lagi menjadi manusia yang utuh, sekarang dia hanya roh yang terpisah dari raganya. Dia hanya bisa melihat raganya yang berlumuran darah dipindahkan ke dalam mobil
ambulan.
"Awas saja kalian, berani-beraninya tak mendengarkanku" gerutunya.
"Apa aku sudah mati ? Benarkah ?? Namun mengapa aku masih ada di sini ? Mana malaikat pencabut nyawa ? Sebenarnya apa yang terjadi kepadaku"
Di tempat yang sama, terdengar suara gadis berbicara dengan tangisannya. Roh tadi mendengarnya lalu menghampiri sumber suara itu.
"Kau tadi berbicara apa ? Malaikat maut ? Mengapa kau menangis sendirian di sini ? Apa yang terjadi denganmu ?" tanya roh itu saat menghampiri.
Gadis itu mendongakkan kepalanya karena posisinya yang sedang duduk di atas aspal.
"Siapa kau ?" tanya gadis itu.
"Aku Han, kau ?"
"Areum"
"Sebentar, kau bisa mendengarku ? Hah ? Apa kau ..." ucap Han sambil menyipitkan matanya melihat wajah Areum.
"Sepertinya tadi aku mengalami kecelakaan, aku ditabrak, dan tubuhku tadi dibawa oleh mobil ambulan itu, aku tak tahu apa aku sudah mati atau belum'' ucap Areum.
"Sial, sepertinya dia gadis yang tak sengaja aku tabrak tadi, ah aku harus bagaimana" batin Han.
"Tunggu, kau ? Apa kau juga terpisah dari ragamu ? Atau kau ? Hmm ... APA JANGAN-JANGAN KAU YANG MENABRAKKU ?" ucap Areum tiba-tiba berdiri dan mendekati Han.
"Ha? Ah sa-sabar sabar aku bisa jelaskan" ucap Han sambil memundurkan badannya karena Areum terus mendekati Han dengan tatapan tajamnya.
"KATAKAN !!" teriak Areum.
"I-Iya, sepertinya iya" jawab Han.
"SEPERTINYA KAU BILANG ?" ucap Areum menarik telinga Han.
"Yak!! Sakit!! Lepaskan !! Iya iya !! Aku yang menabrakmu, aku tak sengaja!! Kau kan lihat sendiri, aku pun mengalami kecelakaan, itu bukan kesengajaan, yak lepaskan telingaku !!" rengek Han.
"Gara-gara kau !! Aku seperti hantu sekarang !" ucap Areum melepaskan telinga Han dengan kasar.
"Daripada kau marah-marah seperti ini, lebih baik kita bekerja sama untuk menemukan raga kita kembali, lalu menemukan cara bagaimana kita bisa kembali pada raga kita, bagaimana ? Dan aku pun akan membantumu terlebih dahulu, tenang saja" ucap Han.
Areum menatap Han tajam, lalu dia diam untuk berpikir.
"Baiklah, tapi bantu aku terlebih dahulu, setidaknya kau harus bertanggungjawab !!" ucap Areum.
"Oke, sekarang kita cari terlebih dahulu tubuh kita ke rumah sakit terdekat, pasti tubuh kita berada di sana" ucap Han.
"Baiklah, kalau kau tidak bisa membantuku, akan kubunuh kau" ucap Areum.
"Bahkan kau tak bisa membunuhku di saat seperti ini, mana bisa roh dibunuh" gumam Han.
Mereka pun mulai melangkah, namun ...
"Tunggu !! KimSeo ? Di mana dia ? Aish apa dia menjadi roh juga ? Tapi di mana dia ? Atau dia tidak sepertiku ?" ucap Han melihat-lihat ke sekitar.
"Ada apa ?" tanya Areum.
"Temanku, temanku yang berada satu mobil denganku" jawab Han.
"Kalau dia menjadi roh, mungkin dia akan berada di sini atau mungkin dia sudah meninggal" ucap Areum.
"Yak !! Apa kau bilang ? Tidak !! Dia pasti masih hidup, kita akan mencarinya juga di rumah sakit" ucap Han.
Areum pun hanya diam tak menjawab dan mengikuti Han.
*Sesampainya di rumah sakit
"Benar mereka orangtuamu ?" tanya Han melihat dua orang sedang menangis di depan ruangan anaknya yang baru saja mengalami kecelakaan.
Areum hanya mengangguk dan menangis, Han merasa tak tega dan merasa sangat bersalah melihatnya, walau sudah diketahui bahwa Areum masih hidup dan hanya sedang tak sadarkan diri. Han hendak memeluk Areum namun dia urungkan, lalu dia melihat sebuah kotak tisu di atas meja petugas rumah sakit. Berniat mengambilkannya untuk Areum, namun ...
"Mengapa tak bisa ? Apa aku sebenarnya sudah menjadi hantu ?" ucap Han berusaha mengambil tisu namun tangannya hanya menembus kotak tisu itu.
"Ada apa ?" tanya Areum menghampiri.
"Ah coba kau ambil ini, tanganku tak bisa menyentuhnya, apa kau juga tak bisa?" ucap Han menunjuk sebuah kotak tisu.
Areum pun perlahan mendekatkan tangannya, sempat dia merasa takut, namun akhirnya..
"Apa ??? Kau bisa menyentuhnya, lalu mengapa aku tak bisa" ucap Han saat melihat Areum bisa menyentuh bahkan mengambil tisu itu.
"Jadi apa artinya semua ini ?" ucap Areum.
"Sekarang kita cari dulu di mana ragaku berada" ucap Han lalu berlari mencari-cari di mana raganya berada.
"Han !! Apa itu kau ?" ucap Areum menunjuk ke arah dimana ada beberapa suster yang membawa tubuh seseorang menuju ruangan ICU.
"Ya itu aku ! Dan ... sepertinya aku pun masih hidup" ucap Han.
"Lalu ? Mengapa kau tak bisa menyentuh benda-benda sedangkan aku bisa" ucap Areum.
"Entahlah, perlahan kita harus mencari tahu semua ini, dan KimSeo ... kita cari dia sekarang" ucap Han.
Tak membutuhkan waktu yang lama untuk mereka menemukannya, mereka pun dengan cepat menemukan dimana KimSeo berada.
"Dia pun masih hidup, syukurlah. Maafkan aku KimSeo, kau jadi seperti ini gara-garaku" ucap Han.
"Tapi, mengapa dia tidak bertemu kita, di mana dia ? Apa rohnya tetap ada pada raganya ?" tanya Areum.
"Kita akan segera mengetahui semuanya, aku yakin" ucap Han.