Berbulan-bulan Han dan Areun menghabiskan waktu mereka untuk sekedar melihat masing-masing raganya, melihat perkembangan tubuh mereka sendiri, atau hanya sekedar melihat keadaan orangtua dan keluarganya. Pada awalnya Areum selalu menangis menerima semua kenyataan itu, namun beruntung dia tak sendiri, ada Han yang menemaninya walaupun pada kenyataannya, Han lah yang menyebabkan semua ini terjadi. Han selalu berusaha meyakinkan Areum bahwa Areum akan segera kembali pada tubuhnya, Han selalu menghiburnya di setiap Areum merasa sedih, dan pada akhirnya mereka mempunyai rasa yang normalnya harus dirasakan oleh manusia biasa. Kali ini mereka merasakan cinta saat mereka bukan menjadi manusia seutuhnya, bahkan mereka sudah bisa terbiasa menjalani hidupnya sekarang, menikmati waktu berdua sebagai roh yang terpisah dari raganya.
"Bagaimana kalau kita sekarang ke tempat pusat perbelanjaan ?" ajak Areum.
"Untuk apa ? Tingkahmu ini seperti sudah menjadi manusia lagi saja" ucap Han.
"Memangnya kenapa ? Aku hanya ingin melihat-lihat saja, tidak boleh ?" ucap Areum mencibirkan bibirnya.
"Aish mana bisa aku menolak kalau kau sudah seperti itu, baiklah kita ke sana sekarang" ucap Han.
Flashback saat Han dan Areum pertama kali bertemu Eunbi di pusat perbelanjaan.
Brukkk!!
Mereka ditabrak oleh seorang gadis mungil dan cantik yang membawa barang belanjaan cukup banyak.
"Ah maafkan aku, aku tidak berhati-hati berjalan, mungkin karena belanjaanku terlalu banyak, maafkan aku" ucap gadis itu sambil merapikan barang-barangnya yang terjatuh.
"Ah aku yang meminta maaf, harusnya aku yang lebih berhati-hati, biar aku bantu" ucap Areum dengan membantu gadis itu.
"Sudah, terima kasih sudah membantu" ucap gadis itu tersenyum lalu berdiri merapikan bajunya.
"Namamu siapa ?" tanya Areum.
"Panggil saja aku Eunbi, dan kau ?" tanya gadis itu.
"Namaku Areum, sekali lagi maafkan atas kecerobohanku, Eunbi" ucap Areum.
Gadis yang bernama Eunbi pun tersenyum dan menjabatkan tangannya, namun matanya melihat Han yang hanya melihat dingin kepadanya.
"Ah dan itu Han" ucap Areum.
Eunbi menghampiri Han dan menjabatkan tangannya.
"Namaku Eunbi" ucap Eunbi tersenyum walau tidak dibalas oleh Han.
"Maaf di bajumu ada sedikit kotoran, mungkin itu karena belanjaanku tadi yang terjatuh dan mengenai bajumu, biarkan aku membersihkanya, maaf" ucap Eunbi sambil mengelap baju Han dengan tisu.
Han tetap memasang wajah dingin dan tidak bergeming.
"Sudah, baiklah, aku akan segera pergi, senang berkenalan dengan kalian, terima kasih" ucap Eunbi lalu pergi.
Areum dan Han melihat Eunbi sampai Eunbi tak terlihat dari penglihatan mereka.
"Hah apa itu tadi!! Dia bisa melihat kita ?? Dan- dan dia bisa menyentuhku juga ? Tadi kau lihat ?? Aku bisa disentuh olehnya!! Bukan hanya kau saja yang bisa disentuhnya tadi, tapi aku juga !!" ucap Han.
"Hmmm, aku pun tadi terkejut saat melihat dia bisa melihat kita bahkan dia bisa membersihkan bajumu tanpa menembusmu. Siapa gadis itu ? Apa dia bukan manusia ?" ucap Areum.
"Jelas dia manusia, untuk apa dia berbelanja bila dia bukan manusia" ucap Han.
"Kita dekati saja dia, siapa tahu ada suatu hal yang bisa kita tahu dari semua ini melalui dia, aku yakin besok lusa dia pasti datang lagi ke sini, kita tunggu saja" ucap Areum.
Dan ucapan Areum pun benar, Eunbi memang sering sekali datang, dan mereka pun selalu berpura-pura berpapasan dengan tidak sengaja untuk bertemu dengan Eunbi, sampai mereka pun akhirnya bisa berteman dan sering bertemu kembali.
Sampai suatu hari, roh seseorang yang selama ini Han pertanyakan keberadaannya akhirnya bisa dia temukan, dan lebih ajaib lagi, seseorang itu muncul bersama Eunbi. Dan saat Han dan Areum melihat KimSeo, mereka hanya bisa diam.
"Apa?? Dia KimSeo kan ? Mengapa dia bersama Eunbi, dan tunggu ... sepertinya dia memang sama sepertiku, dia menjadi roh, namun mengapa dia tidak mengenaliku ? Tapi aku yakin dia benar KimSeo, lihat saja, tatapannya sama seperti tatapan dia kepadaku dulu, tatapan seperti ingin memukulku, cih ... bahkan saat dia menjadi roh dia masih saja terlihat ingin membunuhku, ingin sekali aku menendangnya, ah tapi aku rindu berkelahi denganmu, KimSeo" batin Han.
"Sepertinya benar, memang ada sesuatu tentang semua ini, Eunbi ... mungkin kau memang manusia yang akan menyelesaikan semua ini bersama kami" batin Areum.
"Ah sekarang aku benar-benar mengerti siapa Eunbi sebenarnya, dia adalah gadis yang selalu KimSeo sebutkan namanya bahkan saat dia tidak sadar, dia gadis yang pernah KimSeo ceritakan kepadaku dulu, ah kamu benar orangnya, Eunbi" batin Han.
Satu persatu Areum dan Han mulai menemukan titik terang dari semua pertanyaan mereka selama ini.
Flashback di waktu yang lain.
"Kau tadi yang melayani gadis itu kan ? Mengapa dia berbicara sendiri ya ? Kasian sekali, di umurnya yang masih sangat muda, dia sudah seperti itu"
"Bahkan dia memesan makanan lebih dari satu porsi"
"Bukan hanya itu, kau lihat tidak tadi ? Atau apa aku saja yang melihat ? Sepertinya dia seorang penyihir, tadi aku melihat alat makan yang ada di depannya itu melayang seperti ada orang yang sedang memakan semua makanan itu, atau apakah dia sengaja memesan makanan sebanyak itu untuk ... Para hantu ?? Jadi dia berbicara dengan hantu ???"
Itulah beberapa pembicaraan orang-orang di cafe saat melihat Eunbi terlihat sendirian, saat Eunbi selalu memesan makanan lebih dari satu porsi dalam satu kali pesan, dan bahkan kejadian-kejadian yang terbilang horor bagi mata manusia jelas terlihat.
Flashback di waktu yang lain.
"Han, ada yang ingin aku bicarakan kepadamu" ucap Areum.
"Bicarakan saja" ucap Han.
"Sepertinya aku bisa kembali pada tubuhku, umm ... tadi saat kau pergi ke rumah Eunbi dan aku ke rumah sakit untuk melihat orangtuaku, entah mengapa aku perlahan bisa masuk ke dalam ragaku, dan detak jantung itu, aku bisa merasakannya. Namun kau tahu, dengan keras aku menolak diriku masuk ke dalam ragaku sendiri" ucap Areum.
"Sungguh ? Tapi mengapa ? Bukankah itu keinginanmu selama ini ? Mengapa kau menolak masuk ?" ucap Han.
"Aku takut Han, aku takut saat aku masuk dan aku sadar, aku takut aku akan lupa semua tentangmu, dan sampai sekarang ? Ragamu tidak menunjukkan perkembangan apa-apa kan ? Bila aku sadar, bagaimana denganmu nanti ? Apa kau ingin sendirian di sini?" ucap Areum.
"Areum dengarkan aku, sungguh ... niatku sedari dulu pun agar aku bisa membantumu kembali. Kau merindukan orangtuamu bukan ? Kembalilah, selesaikan kuliahmu, kejarlah cita-citamu yang selama ini harus tertunda, ya ?" ucap Han mengelus rambut Areum.
"Aku tidak tahu Han, aku belum siap" ucap Areum.
"Kau tahu kan ? Raga ku sudah dibawa oleh keluargaku ke rumah, aku hanya bisa bertahan dengan alat-alat itu. Sepertinya aku sudah tak ada harapan lagi, sia-sia saja kau bersamaku di sini Areum, bahkan kita tidak tahu, bila seandainya aku meninggal, bisa saja aku tiba-tiba menghilang bukan ?" ucap Han.
Mereka saling terdiam.
"Areum, sekarang aku sudah mulai mengerti tentang perbedaan kau, aku dan KimSeo" sambung Han.
"KimSeo kehilangan ingatannya sebagai manusia saat menjadi roh, itu karena dia adalah roh yang bisa kembali, dia pun bisa menyentuh apapun karena dia akan segera kembali. Lalu kau ... kau tidak kehilangan ingatanmu, namun kau bisa menyentuh apapun, karena kau masih berada di antara hidup dan mati, dan aku ... aku tidak kehilangan ingatanku dan aku tidak bisa menyentuh apapun. Itu karena mungkin aku adalah roh yang tak bisa kembali, kecuali Eunbi, aku bisa menyentuh Eunbi karena Eunbi adalah manusia yang sudah ditakdirkan bisa seperti itu. Singkatnya ... mungkin aku akan meninggal, karena hidupku sudah bergantung kepada alat-alat itu, tidak ada alat-alat itu, aku akan meninggal bukan ?'' tutur Han.