"Menyelesaikan apa ? Apa yang bisa aku lakukan untuk semua ini" tanya Eunbi.
"Aku menunggu dulu urusanmu dengan KimSeo selesai, aku menunggu KimSeo sadar terlebih dahulu, setelah itu baru kau bisa membantu" ucap Han.
Saat itu tiba-tiba saja tubuh Areum perlahan menghilang, dan di saat yang bersamaan, terlihat beberapa perawat memasuki ruangan Areum.
"Han ada apa dengan tubuhku !!" ucap Areum.
Eunbi melihat saat tubuh Areum perlahan menghilang.
"Sepertinya, kejadian ini sama dengan kejadian yang menimpa Hyun !" ucap Eunbi lalu dia berlari ke depan pintu ruangan Areum.
Terlihat kedua orangtua Areum yang sedang menunggu dengan was-was di depan pintu.
"Apa di dalam itu adalah anakmu ? Apa yang terjadi ?" tanya Eunbi.
"Tiba-tiba saja tangan anakku bergerak, mungkin ini keajaiban setelah lamanya penantian kami selama ini, semoga dia benar akan sadar" ucap ibu Areum.
Eunbi pun segera berlari kembali kepada Areum dan Han, namun dia berhenti saat melihat Areum dan Han sedang berpelukan, akhirnya dia hanya melihat dari jauh.
"Takdir tidak bisa kau tolak lagi Areum. Sudah waktunya kau kembali, kembalilah, jangan pikirkan aku, kau yakin kan ? Bila kita harus bersama, kita pasti akan bersama di mana pun itu. Terima kasih kau sempat ingin menemaniku disini, namun sepertinya kebersamaan kita di dimensi ini harus berakhir sampai di sini, tak apa kan ? Masih ada dimensi lain yang mungkin akan mempertemukan kita nanti. Aku mohon kembalilah dengan bahagia" ucap Han di tengah pelukannya.
"Han aku mencintaimu, sungguh aku tak menyesal telah melewati semua ini. Bila kejadian itu tidak terjadi, mungkin kita tidak akan pernah bertemu dan saling mencinta, kau tahu ? Bila aku bisa memilih, aku lebih memilih bersamamu walau aku tak akan pernah bisa kembali" ucap Areum terisak tangis.
"Namun sungguh maafkan aku Areum. Aku hanya bisa membawa cinta kita di dimensi ini saja, maafkan aku yang tak mampu membawa cinta ini sampai ke dunia manusia. Namun kau percaya kan ? Cintaku sangat nyata kepadamu, aku mencintaimu Areum, terima kasih atas segala cintamu" ucap Han lirih.
Mereka melepaskan pelukannya lalu saling mencium satu sama lain dengan penuh kasih sayang, lalu Areum menggenggam tangan Han erat sampai akhirnya roh Areum benar-benar menghilang sempurna dengan cahaya yang pergi bersamanya.
"Aku mencintaimu" itulah kata terakhir Areum yang terdengar jelas sebelum rohnya menghilang. Han perlahan menghampiri ruangan Areum, dilihatnya gadis yang dia cintai masih terbaring di sana, namun Han tetap mengukir senyumnya walau di saat bersamaan, air matanya pun jatuh menetes.
"Selamat kau telah kembali, Areum" ucap Han.
"Dalam waktu 24 jam dia akan sadar, kita tunggu saja, bisa jadi lebih cepat, selamat ya ... anakmu kembali" ucap dokter kepada orangtua Areum.
Orangtua Areum pun masuk ke dalam ruangan Areum dengan haru dan bahagia. Eunbi menghampiri Han yang sedang tersenyum namun juga pedih.
"Saat dia sadar nanti, akan aku ingatkan dia kepadamu" ucap Eunbi.
Han tersenyum lalu menggelengkan kepalanya pelan.
"Jangan paksakan itu, cukup bantulah aku untuk menjaga dia nanti. Setidaknya kau mungkin nanti bisa menjadi temannya, agar kau bisa selalu memperhatikannya" ucap Han.
"Eunbi, apa boleh aku meminta bantuan lebih awal dari apa yang aku janjikan sebelumnya ? Sepertinya aku tak usah menunggu KimSeo terlebih dahulu, aku yakin sebentar lagi dia pun akan sadar" ucap Han.
"Bantuan apa ? Katakan saja" ucap Eunbi.
"Besok pagi ikutlah denganku ke suatu tempat" ucap Han.
Eunbi pun mengangguk, setelah itu Han kembali melihat Areum tanpa henti dari luar. Eunbi pun teringat KimSeo. Dengan membiarkan Han terus menatap gadisnya, Eunbi meninggalkan Han lalu berjalan menuju tempat Kimseo.
Sesampainya di depan pintu ruangan KimSeo, Eunbi hanya menatap ke arah dalam ruangan.
"Jadi kau itu Hyun ? Kau mengatakan cintamu kepadaku sebagai Hyun ? Kau memeluk dan mencium ku sebagai Hyun ? Lalu saat kau sadar nanti, kau akan kembali menjadi KimSeo, KimSeo yang tak pernah aku mengerti, KimSeo yang baik kepadaku namun aku tak pernah tahu tentang hatinya seperti apa kepadaku. Sebenarnya saat kau menjadi Hyun, aku selalu teringat pada KimSeo. Suaranya, postur tubuhnya, segalanya memang mirip dengan KimSeo, namun saat itu ... aku hanya mengganggap itu ilusiku saja. Dulu aku sempat mengganggap aku ini gila, kau menghilang begitu saja tanpa kabar, tanpa aku tahu perasaanmu kepadaku. Aku putus asa karena itu, lalu aku memutuskan untuk mencoba melupakanmu. Sampai suatu hari kau datang sebagai Hyun, aku pikir semua kemiripan itu hanyalah efek dari kegilaanku karena kehilanganmu, namun ternyata kau menghilang karena kecelakaan. Kau datang kembali kepadaku tanpa wujudmu, dan sekarang aku bisa melihat wujudmu. Entah aku harus bahagia atau aku harus menyedihi diriku sendiri saat ini, karena perasaan KimSeo dan Hyun kepadaku mungkin berbeda sesuai dengan dimensinya" ucap Eunbi dalam hatinya.