"Kak, masih jauh ya? Lily sudah nggak kuat lagi jalan." rintih Lily
"Kakak sendiri nggak tahu, sawahnya juga masih belum kelihatan dari sini." ujar Ria
"Terus gimana nih kak?"
Ria pun akhirnya mengajak mereka untuk istirahat sejenak di sebuah warung. Ria mulai memesan minuman dan memakan beberapa roti di depannya.
"Kenapa yah kak, buat ketemu ibu sulit kayak gini?" keluh Lily
"Kamu harus sabar yah Li, sebentar lagi kita pasti akan bertemu dengan ibu kamu kok. Semoga saja ibu kamu benar ada dj daerah ini." ujar Ria
"Lily juga berharap seperti itu kak, Lily harap ibu ada di sini."
Seorang ibu-ibu pun datang memberikan minuman yang Ria pesan.
"Neng, maaf ya. Kalau boleh tau memangnya neng bicara dengan siapa tadi? kok ibu lihat dari dalam. Neng bicara sendiri?" tanya ibu tersebut
"Oh nggak kok bu, tadi Ria hanya mencoba menghafalkan teks drama. Karena besok sudah pentas." jawab Ria
"Emangnya neng dari mana? ibu nggak pernah lihat neng sebelumnya."
"Saya bukan asli sini bu, saya di sini sedang mencari persawahan untuk melakukan tugas penelitian. Soalnya desa ini yang paling dengan hotel yang saya tinggali." ujar Ria
"Owalah. Neng tadi jalan kaki? sawah mah masih jauh neng dari sini." ujar ibu tersebut
"Disini nggak ada pangkalan ojek kah bu?" tanya Ria
"Nanti neng lurus dikit sebelah kanan jalan ada ojek kok neng."
"ouh baiklah makasih yah bu."
Ria pun segera mengabiskan makanan dan minuman yang ada di depannya.
"Neng sendirian?"
Ria pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya pelan
"Kok berani sih neng. Apalagi kata neng bukan asli sini. Emang nggak takut kalau ada yang jahatin neng?"
"Nggak bu, Ria harap sih masih baik datang ke diri Ria. Soalnya kan ini tugas harus di selesaikan dengan cepat. Kalau Ria takut-takut terus apalagi bergantung sama orang lain mah nggak maju-maju nanti Ria." ujar Ria
Ibu tersebut tertawa kecil, "Salut ibu sama neng. Di umur se belia eneng sudah mampu mandiri."
Ria pun mulai mengeluarkan uang untuk membayar semua makanan dan minuman yang telah di pesannya.
Setelah selesai membayar, Mereka bertiga pun pergi meninggalkan warung tersebut dan melanjutkan perjalanan mereka kembali.
Hingga akhirnya Ria bertemu dengan bapak-bapak yang sedang mangkal ojek di pinggir kanan jalan.
"Pak, bisakah saya ojek ke sawah sini?" tanya Ria ke salah satu bapak yang sedang mangkal
"Ouh iyha neng, Silahkan naik." jawab bapak tersebut ke Ria
Bapak itupun memberikan sebuah helm ke Ria. Ria pun mengambil helm tersebut dari tangan bapak karena Ria. peduli dengan peraturan yang ada. Terlebih helm merupakan alat yang penting dalam menjaga keselamatan mereka.
Selesai Ria memakai Helm, Ria mulai menaiki motor dengan maju rada kedepan. Karena ia ingin menyisihkan tempat untuk melisa. Sementara Lily ada di depan bapak tersebut.
"Jauh ya pak sawah sari sini?" tanya Ria
"Nggak terlalu kok dek, tinggal dua kilo meter lagi dari sini." jawab Bapak tersebut
Ria pun menganggukan kepala dan kembali menikmati pemandangan di kanan dan kirinya.
"Dari sekian tempat yang indah kenapa neng malah milih ke sawah?" tanya bapak ojek tersebut
"hehehe, iseng-iseng saja pak. Soalnya aku ada penelitian soal padi." jawab Ria
"Sekarang sekolah makin maju saja yah Kak, dulu saja zaman bapak sekolah tuh nggak telalu penting. Banyak yang lebih memilih langsung kerja dulu itu."
"Ohh gitu yah pak, sekarang mah banyak dari mereka yang lebih mentingin pangkat buk. Semakin tinggi pendidikan seseorang akan semakin tinggi pula status orang itu di mata orang lain." ujar Ria
"Anak zaman sekarang sama dulu bedanya juga jauh. dek. Nggak ngeri lagi bapak sama anak sekarang dek. Anak bapak sendiri saja bandelnya minta ampun."
"Hahha, nggak tahu lagi lah pak."
Sawah pun mulai terlihat oleh mata. Ojek pun berhenti. Ria segera membayar ojek tersebut.
"Neng nanti jemput lagi nggak? Soalnya disini susah neng cari kendaraan lagi?" ujar bapak tersebut
"Iyah pak, mungkin tiga jam lagi bapak kesini." pinta Ria
Bapak tersebut pun mengangguk dengan pelan. Dirinya segera memutar balik sepeda motornya dan pergi meninggalkan Ria.
Mereka bertiga pun menelusuri persawahan yang ada untuk mecari sebuah rumah di tengah-tengah sawah seperti apa yang di bilang oleh kakek yang mereka temui pada waktu itu.
Hingga mereka menemukan sebuah gubuk yang berada di sisi kanan jalan. Letaknya setelah sepetak sawah.
"Apa kita coba ke sana saja?" tanya Ria
Lily dan Melisa pun mengangguk dengan semangat. Lily berharap jika di rumah itu ada seseorang yang selama ini dia nantikan keberadaanya di sampingnya.
Mereka bertiga pun mulai turun melewati sepetak sawah untuk mencapai sebuah gubuk yang mereka lihat.
Ria pun mulai mengetuk sebuah pintu gubuk yang telah tertutup rapat.
Terdengar ada suara seorang ibu yang menjawab salam mereka dan membukakan pintu untuk mereka bertiga.
Setelah ibu tersebut keluar, Ria. melihat Lily dengan memberikan kode itu ibunya Lily atau bukan.
Lily pun menganggukkan kepalanya.
"Siapa.kalian?" tanya ibu tersebut kepada Ria
"Maaf tan, saya salah alamat sepertinya
" Kamu nggak ada pekerjaan lain apa selain gangguin orang tidur. Kenal. kamu saja tidak sudah bikin orang kesel saja malam-malam."
Ria pun meminta maaf kepada ibu tersebut. Dirinya sendiri. tak bermaksud menganggu tidur siangnya.
"Maaf yah tan, saya benar-benar minta maaf soal kesalahan yang telah saya lakukan." permintaan maaf Ria. pun sama sekali tak di gubris oleh ibu tersebut.
Ibu tersebut pun mengusir Ria untuk segera pergi dari rumahnya. Ria pun menuruti permintaan dari ibu tersebut. Dirinya tak mau jika masalah akan nambah lebih besar lagi kalau dia tetap kesana.
Ria pun pergi meninggalkan gubuk dan ibu tersebut. Mereka bertiga kembali meneruskan perjalanan mencari gubuk lagi.
lima meter mereka berjalan, mereka kembali menemukan sebuah gubuk yang lumayan besar di tengah Sawah.
"Lily pun tersenyum bisa. menemukan gubuk di tengah sawah. Karena dia sendiri sangat berharap. jika ibunya ada di sana. Terlebih rumah yang ditinggali. oleh santi mirip dengan apa. mereka temukan.
Mereka pun kembali turun ke sawah menghampiri gubuk yang mereka lihat di depan mata tersebut.
Ria berulang kali mengetuk. pintu gubuk tersebut. Namun, tak juga ada yang menjawab panggilan dari Ria tersebut.
" Apa nggak ada orang yah? kok nggak ada yang jawab pun sih?" ujar Ria
Ria pun kembali. mengetuk pintu dengan keras, berharap orang yang punya gubuk tersebut terdengar bunyi ketukan yang Ria ciptakan tersebut.