Bab 37

1229 Kata

Sesuai janjinya, Eva kini tengah duduk bersimpuh di depan sebuah pusara makam ayah dari putra tercintanya. Meski hati tak lagi memendam rasa, namun kesedihan itu tetap terasa. Bagaimanapun, Axel pernah menjadi bagian dari masa lalunya. Pria yang membuatnya mengenal banyak pengalaman hidup yang berharga. "Maafkan aku...aku tak pernah menyangka, jika akhir kisahmu akan berhenti di tengah perjuangan untuk mendapatkan maaf dariku juga Alva. Percayalah, kami sudah memaafkanmu dengan sepenuh hati. Tenanglah di sana, kami akan menjalani hidup dengan baik di dunia ini. Alva anak yang cerdas, dia putra kita yang manis. Sepanjang hidupku, aku tak pernah merasa begitu bahagia sampai akhirnya aku memiliknya. Alva adalah cahaya di tengah kegelapan hidupku yang tak berujung. Terimakasih sudah meniti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN