35. Honeymoon

1143 Kata
"Juna banguuuun!" teriak Kinara. Entah sudah ke berapa kali Kinara teriak membangunkan Arjuna, suaminya itu sama sekali tidak menggerakkan tubuhnya untuk bangun. Kinara kesal karena sekarang sudah jam 9 sementara pesawat take off jam 10 pagi ini. "Juna, bangun tidak?" Kinara menarik selimut Arjuna. Arjuna hanya menggeliat dan menarik selimutnya kembali. Kinara semakin kesal, kalau saja ia tidak ingat manusia ini adalah suaminya sudah Kinara ambilkan air segalon untuk mengguyurnya. "Oke, tidurlah. Gak usah berangkat sekalian dan gak perlu melakukan challenge itu," ancam Kinara. Arjuna langsung mendudukkan tubuhnya dan menatap Kinara dengan wajah khas bangun tidur. "Aku mandi dulu." Arjuna segera bangkit dari kasur dan berjalan ke kamar mandi. Kinara terkekeh, giliran dibangunkan dengan ancaman saja langsung berdiri dan mandi. Kinara menarik kopernya dan koper Arjuna keluar kamar. Hari ini Kinara dan Arjuna akan melakukan perjalanan ke Bali. Tidak perlu jauh-jauh ke luar negeri, Bali saja sudah cukup. Lagi pula, Arjuna harus mewakili Ardi bertemu dengan rekan bisnisnya di sana. Kebetulan rekan bisnis Ardi memang menetap di Bali. Sementara Rama dan Lisa pergi ke Korea. Semua sudah diatur oleh Safira, penentuan tempat pun juga pilihan Safira. Amplop yang waktu itu dia berikan pada kedua putranya itu berisi segala sesuatu yang diperlukan selama perjalanan, seperti tiket pesawat, booking hotel dan lain-lain. Setelah Arjuna siap, mereka segera berangkat ke bandara agar tidak ketinggalan pesawat. Kinara ingat dengan kata-kata Safira tadi sebelum meninggalkan rumah bahwa dia menanti kabar bahagia dari Kinara setelah pulang dari honeymoon. Dia berharap Kinara segera hamil dan memberinya cucu. Kinara sebenarnya belum siap dengan ini semua di usianya yang masih 20 tahun, namun semua sudah menjadi keputusannya, siap atau tidak ia tetap harus siap. Pesawat landing di bandara Ngurah Ray Bali pukul 12.50. Kinara dan Arjuna segera menuju ke tempat tujuan mereka Nusa Dua Bali. Hotel bintang 5 telah dipesan atas nama Arjuna untuk satu minggu. Kinara segera meletakkan kopernya dan merebahkan dirinya di kasur. Capek perjalanan terbayar sudah dengan kasur yang empuk, lembut dan nyaman. Sementara Arjuna hanya mengamati Kinara yang sejak tadi menunjukkan kagum berlebihan. Sepanjang perjalanan ke hotel, Kinara terus saja berbicara pada Arjuna dan memuji setiap apapun yang dilihatnya. Keindahan pantai dan budaya bali bahkan bagunan hotel yang modern beserta isinya pun dipujinya. "Jangan norak, Kinar," ejek Arjuna. "Gak usah protes, Jun. Aku memang belum pernah ke Bali dan menginap di hotel," jawab Kinara. "Salah sendiri kemarin aku ajak ke hotel gak mau." Kinara mencebikkan bibirnya, tentu saja Kinara menolak ajakan Arjuna. Bagaimana pun Kinara khawatir Arjuna akan berbuat macam-macam padanya sementara Kinara belum siap melakukan itu. "Jun, nanti malam makan di pantai, ya?" ajak Kinara. "Males, aku mau makan kamu saja," jawab Arjuna sambil merebahkan dirinya di samping Kinara. "Jangan bahas itu dulu sih, Jun!" protes Kinara dengan gugup. "Oh ya Jun, kamu ketemu rekan bisnis papa kapan?" tanya Kinara untuk mengalihkan pembicaraan sebelumnya. "Besok pagi, Kinar. Kenapa?" tanya Arjuna sambil memiringkan tubuhnya menghadap Kinara. "Gakpapa, Jun. Tanya doang." Kinara ikut memiringkan tubuhnya untuk menghadap ke Arjuna. Arjuna mendekatkan tubuhnya pada Kinara dan memajukan wajahnya, dengan cepat Kinara mendorong tubuh Arjuna. "Mau apa, Jun? Kita baru sampai, bukankah lebih baik mandi dulu lalu jalan-jalan?" protes Kinara. Kinara tersenyum dan segera menuju kamar mandi. Selesai mandi Kinara bersiap untuk jalan-jalan. Sementara Arjuna yang agak kesal memilih untuk tidur karena memang Arjuna sudah beberapa kali ke Bali. Berbeda dengan Kinara yang begitu excited karena baru pertama kali datang ke tempat ini. Kinara meninggalkan Arjuna di dalam kamar hotel sementara dirinya jalan-jalan di sekitar hotel. Safira sengaja memesankan hotel dekat dengan pantai. Kinara berjalan hingga sampailah di tepi pantai. Banyak pengunjung dan orang-orang berjualan disini, Kinara membeli es krim gelato yang dijual disekitar sana kemudian ia bawa eskrim itu sambil menyusuri pantai dan mendengarkan deru ombak. Kinara duduk di pasir, menikmati udara sore yang menenangkan. Sejenak Kinara bisa melupakan segala hal yang terjadi di hidupnya akhir-akhir ini. Semua terasa mendadak dan cepat. Pernikahannya dengan Arjuna dan segala hal yang berhubungan dengan keluarga Arjuna. Kinara kembali mengingat challenge itu. Seketika tubuh Kinara merinding entah karena ketakutan yang ia ciptakan sendiri atau karena angin sepoi-sepoi yang menusuk kulitnya. Kinara berdiri dan tanpa sengaja menabrak seseorang. Kinara mendongak dan segera minta maaf pada orang itu. "Loh, pak Argan!" "Oh, Hai Kinara," sapa Argan. Kinara mengernyit, apa Argan sengaja di minta Arjuna untuk datang ke sini juga? Dasar Arjuna! Dimanapun dia berada selalu menyusahkan orang lain, apa semua harus dilakukan Argan? Pikiran Kinara kemana-mana. "Kamu---" "Aku diminta Juna untuk datang karena besok harus bertemu dengan rekan bisnis om Ardi," jelas Argan. "Memangnya Juna tidak bisa sendiri?" tanya Kinara. "Entahlah, aku hanya menjalankan perintah." Kinara benar-benar kasihan pada Argan yang selalu diminta ini dan itu dengan seenaknya sendiri oleh bosnya itu. Untung saja mereka bersahabat sejak dulu, hubungan mereka terjalin baik sampai sekarang. Bahkan, Kinara tidak pernah melihat Argan mengeluh, apapun dia lakukan sesuai perintah Arjuna. "Sendiri?" tanya Argan. "Juna tidur, dia tidak mau jalan-jalan, katanya sudah sering kesini," jawab Kinara. "Dia memang sering kesini, akupun juga sama, tapi karena aku menyukai pantai, aku bisa menghabiskan waktu lama di sini," jelas Argan. "Benarkah? Aku juga suka pantai," ucap Kinara sambil tersenyum. "Mau jalan-jalan?" tanya Argan. Kinara mengangguk. Kinara dan Argan jalan-jalan sambil mengobrol, setidaknya ada seseorang yang bisa diajak bicara dan untung saja tadi ia bertemu dengan Argan. Tanpa terasa siang berubah menjadi senja. Ia masih di pantai bersama Argan. Laki-laki itu pamit sebentar untuk melakukan sesuatu. Kinara tidak mau tahu apa yang dilakukan Argan. Ia mengambil ponselnya dan mengamati beberapa poto yang ia ambil tadi siang. Ia ambil beberapa foto lalu di unggahnya di media sosial. Sudah lama Kinara tidak menjelajah media sosial karena memang sibuk dengan kuliah dan bekerja. Tiba-tiba Kinara penasaran dengan akun IG milik Arjuna. Segera ia buka dan ketik nama Arjuna disana. Kinara menemukan akun Arjuna dan segera dibukanya. Tidak banyak foto-foto yang Arjuna upload, hanya saja followernya memang banyak. Kinara scroll ke bawah, siapa tahu ia menemukan sosok Indira di foto itu. Tangan Kinara berhenti ketika ia menemukan satu foto Arjuna yang di upload 2 tahun lalu sedang berpelukan dengan seorang wanita, tidak terlihat wajah wanita itu karena dia menenggelamkan wajahnya di d**a Arjuna. Namun caption pada foto itu membuat Kinara yakin kalau wanita itu adalah Indira. 'My forever Love' begitulah caption yang ditulis Arjuna. Foto itu sepertinya diambil saat makan malam romantis mereka. Kinara memegang dadanya yang sejak tadi bergemuruh tidak karuan, ada perasaan kesal dan tidak rela melihat suaminya berpelukan dengan wanita lain, padahal itu hanya foto dan diambil 2 tahun lalu. Kinara segera menutup ponselnya saat melihat Argan menghampirinya. "Lama, ya?" Kinara menggeleng kemudian tersenyum. "Kamu kenapa, Kinara?" tanya Argan. "Oh, aku tidak apa-apa, aku masih terharu saja bisa datang ke tempat ini, hehe." "Oh, yasudah, ayoo ikut aku, Juna sudah menunggumu," ajak Argan. "Kemana?" tanya Kinara. "Ikut saja, nanti kamu akan tahu." Kinara terpaksa berdiri dan mengikuti langkah Argan menuju tempat dimana Arjuna sudah menunggunya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN