"JUNAA.."
Kinara dan dan Arjuna menoleh pada sumber suara. Kinara tersenyum sumringah melihat seseorang menghampiri mejanya, sementara Arjuna hanya menatap malas orang itu.
"Agatha.."
"Hai, Kinara, Hai Juna," sapa Agatha.
"Ngapain ke sini?" tanya Arjuna.
"Apaan sih, jutek banget, aku kesini mau ketemu Kinara, gak ketemu kamu ya," balas Agatha.
Agatha dan Arjuna memang dekat sejak kecil karena mereka tumbuh bersama. Arjuna yang cuek dan Agatha yang selalu mengikuti langkah Arjuna kemanapun dia pergi. Agatha akhirnya memutuskan untuk tinggal di apartemen sendiri selama kuliah dan sering berkunjung ke kediaman Atmaga ketika libur.
"Terserah saja," balas Arjuna lebih jutek.
"Kinara, marahin deh suaminya, galak banget," protes Agatha.
Kinara tertawa, melihat Arjuna dan Agatha bertengkar. Kinara yakin mereka saling peduli, hanya saja menunjukannya dengan cara yang berbeda.
"Kinara, kuliah jam berapa?" tanya Agatha.
"Jam 10, Tha. Habis ini mau masuk kelas," jawab kinara.
"Yasudah kuliah dulu, nanti pulangnya pergi sama aku ya, kita jalan-jalan," ajak Agatha yang dibalas anggukan oleh Kinara.
"Mau ngapain?" tanya Arjuna.
"Kepo," balas Agatha kemudian tertawa melihat ekspresi kesal Arjuna.
Kinara tersenyum, ia merasa beruntung bisa dekat dengan Agatha. Meskipun Lisa tidak menyukainya, setidaknya Agatha bersikap ramah terhadapnya. Kinara berpamitan kepada Arjuna dan Agatha. Ia meminta Agatha untuk menunggunya di kantin. Kinara juga berpesan pada Arjuna untuk membuka amplop yang diberikan Safira tadi malam saat sudah sampai di rumah.
Kelas Arya berlangsung tertib karena tidak ada mahasiswa yang berani berbuat ulah di jam pelajaran dosen yang terkenal Killer itu. Beberapa kali Kinara melihat Arya menatapnya, sebuah tatapan yang Kinara sendiri tidak tahu maksudnya. Kinara bersikap acuh, toh tidak ada hubungan apa-apa antara dirinya dan Arya. Sesekali ia melihat Serin yang duduk di bangku paling depan menoleh dan menatap tajam padanya. Kinara muak berurusan dengan kakak tingkatnya itu. Setelah kelas selasai, Kinara buru-buru keluar kelas agar tidak di sapa oleh Arya ataupun Serin. Ia harus segera menemui Agatha di kantin.
*****
Kinara dan Agatha jalan-jalan di Mall. Agatha memang hobi berbelanja dan mencoba makanan-makanan baru. Kinara baru tahu kalau Agatha itu banyak makan, namun badannya tetap saja kurus. Berbeda dengan Kinara yang harus menjaga pola makannya, jika tidak badannya pasti melar kemana-mana.
"Tha, kita mau beli apa?" tanya Kinara.
"Pokoknya kita harus belanja buat honeymoon kamu dan Juna. Ini perintah tante Safira." Agatha menarik tangan Kinara memasuki sebuah toko baju di mall itu.
"Bagaimana kalau ini?" Agatha menawarkan Kinara dress selutut yang terbuka bagian atas.
"Tha, yang tertutup dong, jangan yang terbuka banget," protes Kinara.
"Juna pasti suka kamu pakai dress ini, ayolah Kinara kalian kan honeymoon."
Kinara hanya melongo melihat baju-baju yang dipilihkan Agatha, dan hampir semuanya model terbuka. Astaga, Kinara hanya pasrah.
"Oh ya, ada satu lagi, kita beli lingerie juga setelah ini," ucap Agatha.
Agatha selesai membayar di kasir dan menarik Kinara menuju toko penjual lingerie. Kinara hanya pasrah dengan pilihan baju Agatha. Ia terima beres saja daripada pusing menjawab pertanyaan dari Agatha.
"Habis ini apalagi, Tha? Aku lapar," celetuk Kinara.
"Kita makan sambil cerita-cerita deh." Agatha menarik Kinara menuju tempat makan ala Jepang.
Kinara dan Agatha memesan makanan dan beberapa saat kemudian makanan mereka datang. Kinara dan Agatha makan terlebih dahulu, setelah selesai makan baru lanjut cerita.
"Kamu tadi malam diberitahu tante Safira, kan?" tanya Agatha.
Kinara teringat tadi malam saat Safira mengajaknya ngobrol berdua. Kinara mengangguk menanggapi pertanyaan dari Agatha.
"Itu rahasia Kinara, hanya kamu, aku dan om Ardi yang tahu, bahkan Rama dan Arjuna belum tahu," jelas Agatha.
"Aku gak nyangka loh, kak Lisa seperti itu orangnya," ucap Kinara sambil meminum greentea latte premium kesukaannya.
"Aku juga gak cocok sama kak Lisa. Orangnya memang gitu, sombong dan angkuh," balas Agatha.
"Jadi, yang dibilang ibu itu benar?" tanya Kinara.
"Tentu saja, makanya tante Safira membuat challenge ini untuk kalian. Awalnya tante curiga kenapa kak Lisa belum hamil juga dan menolak datang ke dokter. Alasannya sih mereka ingin mencoba alami dulu tanpa dokter, tapi ini sudah bertahun-tahun. Akhirnya tante meminta orang untuk menyelidiki kak Lisa. Dan faktanya adalah, kak Lisa memang sengaja tidak mau hamil," jelas Agatha.
Kinara mengangguk, sama seperti yang diceritakan Safira tadi malam. Safira begitu kecewa mengetahui fakta bahwa Lisa memang tidak menginginkan kehamilan, padahal Safira sangat ingin memiliki cucu. Safira sengaja mengirim orang untuk menyelidiki Lisa dan ternyata Lisa rutin mengunjungi dokter agar dirinya tidak hamil.
"Setelah tahu fakta itu, tante jadi curiga dengan kak Lisa. Sekarang tante sedang menyelidiki kenapa kak Lisa tidak ingin memiliki anak dengan kak Rama. Dugaan tante Safira ini tidak hanya perihal sikapnya yang menolak untuk hamil tapi mengarah pada lainnya juga." ujar Agatha.
Kinara mengangguk. Ia jadi penasaran dengan Lisa. Arjuna juga bilang kalau hubungannya dengan Rama memburuk setelah menikah dengan Lisa.
"Agatha, kamu tahu kan kalau hubungan Juna dan kak Rama tidak baik, apa karena kak Lisa?" tanya Kinara.
Agatha tersenyum masam kemudian menarik napas dalam sebelum memulai cerita pada Kinara. Entah kenapa Kinara menjadi penasaran dengan keluarga Atmaga. Keluarga konglomerat yang terkenal adem ayem itu.
"Kamu benar Kinara, akupun merasakan hal itu. Kak Rama memang berubah semenjak menikah. Hidupnya seperti diatur oleh kak Lisa. Apapun yang kak Lisa katakan 'tidak' maka kak Rama tidak akan melakukannya, begitu pula sebaliknya. Kak Rama begitu mencintai kak Lisa sampai tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang saudara dan mana yang musuh," jelas Agatha.
Kinara mengangguk, penjelasan Agatha membuatnya terkejut sekaligus penasaran dengan tujuan Lisa sebenarnya.
"Pantas saja Juna ingin memenangkan challenge ini," ucap Kinara.
"Tentu saja Juna ingin memenangkan challenge ini, Kinara. Dia tidak ingin kalau peninggalan om Ardi jatuh ke tangan yang salah," jelas Agatha sambil meminum cokelat dinginnya.
"Maksudnya jatuh ke tangan yang salah itu, ke tangan kak Rama dan kak Lisa, kan?" tanya Kinara.
"Ya begitulah, setidaknya pemikiranku dan pemikiran Juna sama soal ini."
Kinara belum begitu mengerti dengan permasalahan keluarga ini, tapi garis besarnya sudah bisa ia pahami. Pantas saja Arjuna bersikukuh untuk memenangkan challenge ini, begitu pula Safira yang memintanya untuk bekerjasama dengan Arjuna agar menang. Selain itu Safira juga berharap Kinara dan Arjuna bisa memberikannya cucu, mengingat Lisa yang tidak ingin hamil dan memiliki anak. Kinara akhirnya menyetujui untuk memiliki anak dengan Arjuna demi Safira yang sudah ia anggap seperti ibu sendiri, demi panti asuhan tempatnya dibesarkan dan demi adik-adik panti yang dijanjikan Arjuna pendidikan terbaik.
"Aku berjanji pada Juna membantu memperbaiki hubungannya dengan Rama. Aku ingin hubungan saudara kandung itu membaik, Tha."
"Sedikit sulit selama hidup kak Rama masih diatur oleh kak Lisa. Tapi, kamu harus mencobanya, Kinara," ujar Agatha penuh harap.
"Aku tahu, aku akan menemukan caranya nanti." Kinara tersenyum, berusaha mengusir kekhawatiran di hatinya.
"Benar dugaanku, kamu itu wanita yang baik dan peduli. Aku senang bisa mengenalmu, Kinara," ucap Agatha.
"Aku juga senang mengenalmu, Tha. Aku senang bisa sedekat ini dengan saudaranya Juna," balas Kinara.
Kinara dan Agatha tersenyum, mereka memakan cemilan yang baru saja mereka pesan. Masih banyak hal yang ingin Kinara tahu, dan masih banyak hari dirinya bisa bertemu dengan Agatha.
"Beri tahu aku apapun tentang Rama dan Lisa, Tha. Aku benar-benar ingin membantu Juna."
"Oke, tapi ada syaratnya," ucap Agatha dengan senyum nakalnya.
"Apaan sih, bersyarat segala. Yaudah apaan syaratnya?" tanya Kinara.
"Beri tahu aku, gimana malam pertama kalian? Juna begitu liar, ya?" Agatha menaik turunkan alisnya membuat Kinara kelabakan harus menjawab apa karena mereka memang belum melakukannya.
"Itu.. aku sebenarnya belum melakukannya dengan Juna," jawab Kinara malu-malu.
"Hah? yang benar saja, kamu serius?" Agatha terkejut mendengar jawaban Kinara.
"Aku masih datang bulan, Tha," jawab Kinara bohong.
"Hahaha, duh kasihan bangetlah si Juna. Pantesan galak mulu kalau ketemu, belum dapat jatah malam pertama toh. Yasudah nanti honeymoon semoga bisa jebol ya," ucap Agatha ceplas-ceplos.
Kinara hanya tertawa. Ia belum siap mengatakan pada Agatha kalau pernikahan mereka hanyalah pernikahan palsu. Ia takut jika Agatha tahu, dia akan memberitahu pada Safira dan membuat wanita itu kecewa. Tidak, Kinara tidak mau Safira tahu secepat ini. Seandainya Kinara boleh berharap, ia ingin membuat Arjuna jatuh cinta padanya dan mereka bisa menjalani rumah tangga dengan cinta yang nyata.
Ponsel Agatha berbunyi, ia meminta ijin pada Kinara untuk mengangkat telepon terlebih dahulu. Sambil menunggu Agatha telepon, Kinara mengeluarkan ponselnya dan mengecek kalau saja ada notifikasi pesan. Ia buka pesan yang masuk dari sahabatnya Amel dan ibu Linda yang menanyakan kabar. Hubungannya dengan penghuni panti terjalin baik walaupun Kinara belum mengunjungi panti lagi setelah menikah.
"Hai, wanita cantik."
Kinara terkejut mendengar suara laki-laki berasal dari depan tempat duduknya. Pelan-pelan Kinara mendongak untuk melihat siapa yang menyapanya tadi.