Kubawa biji jagung yang beratnya enam puluh lima kilo itu ke gudang. Sampai di sana segera aku turunkan dekat timbangan. “Contoh Ko,” ucapku kepada Ko Ali pemilik gudang jagung tersebut. Aku nekat spekulasi harga dengan membeli jagungnya Pak Samijan dengan harga tiga ribu agar mendapat harga yang sebenarnya dari pemilik gudang. “Kalau kadar airnya seperti ini, harganya tiga ribu rupiah per kilo,” ucap Ko Ali. “Tidak bisa dinaikkan lagi harganya, Ko?” tanyaku. “Itu sudah harga gudang. Kalau kamu ingin untung belinya harus di bawah harga itu,” ucap Ko Ali. Tiga ribu rupiah? Meskipun tidak mendapat untung aku puas dengan ucapan pemilik gudang tersebut. Itu berarti aku bisa membeli jagung punya Pak Samijan dengan harga dua ribu sembilan ratus tujuh puluh lima rupiah. Tidak perlu mematok k

