Ditolak

1221 Kata

“Bagaimana, Bu?” tanyaku kepada ibu disela-sela melayani pembeli. “Untuk apa kamu bertanya sama ibumu bila ujung-ujungnya kamu turuti istrimu,” ucap ibu. “Aku tidak serta merta menurutinya, Bu. Hanya dia terlihat bersemangat ketika mengantar sayuran ke warung-warung jadi aku hanya ingin membuatnya senang saja.” “Terserah kamu saja. Kamu lihat sendiri, kan? Bagaimana dia rapat dalam membawa uang. Bagaimana kalau kamu pinjam Bank atau rentenir tiba-tiba Mariska tidak mau memberikan uang simpanannya? Bukankah kamu sendiri yang repot?” ucap ibu. Ternyata ibu berpikir sejauh itu. Tapi kalau dipikir-pikir ucapan ibu ada benarnya juga. selama ini Mariska selalu mendapat uang belanja, kelebihannya aku tidak pernah bertanya untuk apa dan ketika tadi aku tahu dia menyimpan uang keuntungan hasil

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN