Bab 37: Nostalgia Aku tau ketika aku mengiyakan ajakan Jonathan untuk mengikuti rangkaian acara haul pendiri pondok, hidupku pasti akan kembali diwarnai dengan dia—sang cinta pertama. Tapi aku tak menyangka akan mendengar berita perceraiannya. Apalagi kabar tentang perceraiannya itu kudengar langsung dari Abinya selaku Romo Yai, orang yang paling aku hormati di sini. “Nopo Yai, ning Kia sudah pisah kale gus adit?” Jonathan yang duduk di sebelahku mengulang kembali ucapan Romo Yai. Sama sepertiku, dia mungkin sama terkejut dan tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. “Nggih Le, bulan kemarin sudah resmi bercerai.” Jelas beliau. Ada semburat kesedihan yang kutangkap di wajah Pak Yai. Mungkin beliau sedih karena harus kehilangan menantu sesempurna Gus Adit. Aku turut sedih ata

