"Maksudnya apa Ningsih? Aku nggak paham…" kataku dengan terbata. Kepalaku semakin sakit, jantungku berdetak sangat cepat. Drama apalagi ini? Apa Ningsih sedang berbohong? "Kang Adam nggak suka kamu Ra, apa kamu nggak nyadar?" Jahat sekali kalimat itu. Menyakitiku dengan sangat, membuatku ingin menampar Ningsih dengan keras. Siapa Ningsih berani berkata seperti itu? Apa dia tau isi hati Mas Adam? Dia bukan Tuhan yang tau segalanya! Dia manusia! Namun entah lah aku tak kuasa untuk menampar pipinya. Tubuhku jadi lemas mendengar ucapan Ningsih. "Ningsih kenapa kamu bilang ini semua ke aku? Apa kamu ingin merusak rumah tangga ku dengan mas Adam?" "Ara, kamu memang nggak sadar posisi ya dari tadi! Adam itu nggak pernah jadi milik kamu Ra, oke raganya memang milikmu, tapi hatinya itu u

