"Sayang, kamu lagi mikirin kerjaan lagi ya?" "Oh, i-iya. Maaf Yang, baru dua hari balik kerja, jadi aku masih terus kepikiran sama kerjaan." "Kamu tuh baru pulang dari kantor." "Maaf Yang, itu masuk ke pikiranku gitu aja." "Gini deh, kalau aku di samping kamu, udah lewat jam kantor juga, kamu gak boleh mikirin kerjaan lagi. Kita ni udah on the way pulang, loh. Ngerti gak sih Yang? Aku juga butuh kamu, aku lagi hamil loh!" "Iya, iya, jangan ngambek dong Yang. Maafin aku ya. Aku gak akan mikirin kerjaanku lagi." Tentu saja Panji berbohong lagi. Bukan pekerjaan yang mengganggu pikirannya. Tapi peristiwa di lobi tadi. "Oke aku percaya. Oh iya, Yang, tadi tuh asinan yang dibawa sama pacarnya Ajeng kayanya enak, ya? Seger gitu!" Yah, masalah asinan dan pria yang datang menjemput Ajeng s

