ASAM

1617 Kata

"Wan, makasih ya udah nganterin aku ke sini. Maaf, aku jadi banyak nyusahin kamu." Ajeng bicara sambil menyerahkan helm yang tadi dikenakannya. Mereka sudah sampai tempat yang memang ingin ditujunya. Beruntung ada Iwan. Karena tadi tas Ajeng dibawa Panji. Jadi Ajeng tak bawa dompet dan tak ada uang sama sekali. Sekarang saja, Ajeng tak bawa handphone-nya. Benda pipih itu ada di dalam tas ranselnya. Makanya tak ada yang bisa Ajeng hubungi. "Selow, searah juga," ucap Iwan sambil menampani helm itu, lalu Iwan turun dari motornya dan membuka jaketnya. "Ya udah, yuk masuk temui abah, Jeng," ucapnya lagi sambil mengajak Ajeng masuk ke gedung tempat ayahnya Ajeng di rawat. "Eh, enggak usah. Hm ... aku mau ngobrol sesuatu sama abah. Kamu bisa langsung pulang aja," tolak Ajeng, meski dia ujung

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN