Sebelum Terlambat.

1787 Kata

“Tapi kita tidak punya pilihan lain,” bantah Arya. Seketika semua mata menyorot tajam ke arahnya. “Mohon izin, Komandan. Maaf kalau lancang. Tapi itu faktanya kita tak punya pilihan lain.”   “Bisa tapi kita harus melanggar undang-undang sialan itu.” Elle yang sedari tadi hanya terdiam sekarang angkat suara. Nada bicaranya datar, terdengar dingin. Membekukan ketegangan para laki-laki yang tengah bersitegang di depannya. “Bisa kalau seandainya kalian semua mau diajak kerja sama.”   Semua orang kembali terdiam. Perdebatan berakhir, Arya dan Agus saling bertatap mata. Sementara Markus hanya menghela napas panjang. Kembali membenahi posisi duduknya setelah berdiri bersitegang hingga membuat jas hitamnya berantakan.   “Saya juga setuju dengan Elle,” sahut Tya yang duduk di dekat Elle pers

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN