Satu minggu setelah momen rapat di kantor siang itu. Elle berjalan dengan tergopoh. Kedua kakinya menaiki tangga seperti tanpa jeda. Buru-buru, tak peduli berkali-kali terhuyung hampir jatuh. Tak peduli dengan rok panjangnya yang berkali-kali hampir membuatnya terjatuh. “Mobilnya masih ada, berarti orangnya masih ada di dalam. Masih ada di dalam kantor. Ia harus segera. Harus,” gumam Elle dalam hati. Namun bak hukum berlawanan, semakin ia buru-buru menaiki tangga, semakin lama pula rasanya sampai di tempat yang ia tuju. Padahal kakinya sudah bergerak secepat yang ia mau. Tapi rasanya, pintu kantor seperti masih jauh saja rasanya. Masih sangat jauh bahkan sampai otot-otot kakinya terasa tegang. Bahkan sampai rok panjang yang ia kenakan terangkat hingga lutut. Gagang p

