Satu Mobil dengan Pablo.

1930 Kata

“Jadi apa yang sebenarnya terjadi?”   Markus menelisik mata Elle yang pelan-pelan mulai bisa bergerak balik menatapnya. Tidak lagi kosong, tidak lagi melamun, mengawang seperti beberapa menit yang lalu.   Angin siang yang hendak beranjak sore berembus. Membawa panas dan debu masuk ke dalam kantor. Menyalak kasar, membawa dedaunan gugur mengetuk jendela kaca yang ada di belakang mereka.   Kantor yang sepi hanya berisi suara detak jarum jam dinding. Lebih banyak hening, termasuk percakapan antara Elle dan Markus di sofa ruang tamu itu.   Mereka bertatapan cukup lama. Mata Elle menelisik ke dalam hitam kornea mata Markus. Bibirnya terbuka, seolah ada yang salah. Seolah ada yang tidak sesuai dengan apa yang sudah Markus katakan.   “Ke ... kenapa, Ndan? Kenapa? Kenapa bukan aku?”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN