“Hey ... sudah siap?” Laki-laki itu bertanya dengan sangat polos. Pintar sekali sandiwara yang ia mainkan. “Udah dong ... yok cabut!” Jane menyahuti dengan penuh antusias. “Udah kok, Mas. Udah siap banget!” Irish menimpali. Sementara Elle masih kalut. Rasa ragu dan takut bercampur aduk jadi satu. Membuat lidahnya tercekat. Membuat semua kalimat yang ingin keluar dari mulutnya hanya berhenti di tenggorokan. Hanya bisa terdiam cukup lama. Matanya kosong, sampai pria itu berdeham. “Ehem ...!!!” Matanya yang tajam tampak menyorot Elle. Wajahnya yang tegas telinga yang dihiasi bekas tindikan. Mata Irish dan Jane seketika juga berputar ke arah Elle. Menyadari ada yang berubah dari gadis itu. Menyadari perubahan drastis yang tiba-tiba. “Aku baru aja liat kamu. Kamu mah

