Kusut.

1812 Kata

“Jangan pura-pura polos, Kus!” Pria paruh baya dengan angkat yang mentereng di dadanya itu melotot. Menarik kedua kerah Markus. Menikam mata Markus dengan tajam sorot matanya. “Kau sudah salah main-main. Pablo bukan orang yang tepat untuk dipermainkan,” lanjutnya. Dua orang yang bersitegang itu bahkan tidak lagi tampak seperti sepasang bapak dan anak. Jendral Dwine Owl tidak menutup-nutupinya lagi. Ia sudah membuka lebar-lebar fakta itu sekarang. Fakta bahwa selama ini dan sampai detik ini, ia masih berada di pihak Pablo. Markus menelan ludah. Matanya menelisik turun, tertunduk lesu. Wajahnya memerah padam menahan amarah. “Tapi kenapa, Pah? Kenapa?” “Apa lagi?” Jendral Dwine memotong. Melepaskan remasan tangannya di kerah Markus, putranya. “Apalagi kalau bukan untuk membalas d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN