Pagi menjelang, sinarnya mulai merambat dari langit sisi timur. Jatuh menyelimuti dunia yang masih diselimuti embun pagi. Kehidupan manusia yang dimulai dari bilik-bilik kamar tidur dimulai. Semua orang bangun untuk kembali ke dalam rutinitas mereka masing-masing seperti hari-hari sebelumnya. Tak ubahnya Markus yang baru membuka mata saat cahaya matahari mengetuk jendela kamar apartemen Elle. Merembet, masuk melewati celah tirai yang sedikit terbuka. Jatuh menyilaukan wajah bangun tidurnya. ‘HUUAAAAMMMM ... !!’ Laki-laki itu menguap lebar. Meregangkan semua otot-otot di tubuhnya yang terasa kaku setelah meringkuk dengan nyenyak di bawah selimut. Kedua matanya terbuka. Meski sukar, meski rasanya seperti bergelayut tak ingin dibuka. Kedua tangannya refleks mengucek kelopak dengan ko

