Ikatan.

1698 Kata

“Nama?” Irish mengangkat wajahnya. Menelisik wajah pria yang duduk di depannya. Pria yang tingginya melebihi tingginya meski saat sedang duduk. “Rasi, Kak.” Pria itu masih menunduk. Masih tak mau menampakkan wajahnya. Malu-malu, tidak seperti kebanyakan mahasiswa baru lainnya yang tampak lebih semangat. “Ra .... siii ...,” ucap Irish pelan sambil menuliskan satu persatu huruf di atas formulir pendaftaran di tangannya. Dua jarinya berhenti persis di belakang huruf ‘i’. Wajahnya terangkat lagi, “nama belakang?” “Pratama. Rasi Pratama,” jawab laki-laki itu pendek. Masih malu-malu, wajah datar tanpa sedikit pun senyum di bibirnya. Namun bagi Irish bagaimana mimik muka pria itu bukanlah sebuah masalah. Tangannya bergerak lagi, menuliskan kata ‘Pratama’ di belakang kata Rasi. Tak keting

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN