“Nggak, nggak mungkin!” Markus menggeleng, matanya kosong. “Nggak, nggak mungkin terjadi. Kamu pasti bohong, El. Nggak, nggak mungkin, El! Nggak mungkin!” Wajah laki-laki itu memucat, matanya terbelalak. “AAAARRGGHH ....!!” Markus berteriak kuat, mengerang, menutupi kedua telinganya. Menggeleng-geleng, menggeliat seperti orang kesetanan. “NGAK! NGGAK MUNGKIN, EL!” Hanya itu kalimat yang keluar dari mulutnya. Wajahnya memerah, murka, sedih, syok campur aduk jadi satu. “NGGAK MUNGKIN RAMA MATI, EL!” Elle yang terkejut tak mengira Markus akan meluap sehebat itu hanya bisa memeluknya. Mengencangkan rangkulan tangannya, menagan pria itu menggeliat. “AAAARRRRGGGHHH ... !!! NGGAK MUNGKIN TUHAN! NGGAK MUNGKIN!” Teriak Markus lagi. Berusaha meloloskan diri, dari tubuh El

