“Gua duluan ya, El. Lu bawa dulu aja buku gua nggak apa kok. Lagian besok kita juga ketemu lagi kan,” ucap Jane. Perempuan itu tiba-tiba saja berbalik badan dengan cepat sampai-sampai Elle tak punya waktu untuk mencegahnya. Bahkan mulut Elle belum sampai terbuka sempurna, apalagi sampai mencegahnya. Tidak, tidak sampai, Jane sudah keluar dari mulut pintu saat mulut Elle ternganga. “Dia pergi. Jane turun ke bawah. Aku tak mau gadis itu kenapa-kenapa kalau bisa segera selesaikan ini, secepatnya!” Dari kejauhan mulut Elle seperti berbisik-bisik. Tanpa semua orang tahu pada siapa Elle berbicara. Yang orang-orang tahu hanya sekarang. Gadis itu berlari bak seseorang yang tengah kesetanan. Dengan membawa tas ranselnya yang belum sempurna mengalung di bahunya. Dengan kepala yang tertutup k

