Karena LDR

1835 Kata

Tiga pelayan yang masuk. Dua laki-laki dan satu perempuan menyapa Markus dan Irish yang ada di dalam ruangan. Dengan membawa nampan, tersenyum hangat mengucapkan selamat datang. Begitu juga dengan Irish. Wajahnya semringah, apalagi saat mencium aroma bakso urat dari salah satu piring yang ada di deretan piring lainnya. Berbinar-binar, karena selain makanannya sudah datang. Ternyata diam-diam Markus juga tahu makanan favoritnya dari dulu. Mau makan di tempat mewah mana pun. Mau dengan harga makanan semahal apa pun. Selera lidah tidak pernah bisa ditawar. Ini bukan soal berapa mahal makanan atau seberapa mewah piring dan sendoknya. Dan beruntungnya Irish, Markus paham betul soal itu. Hari ini hati Irish seperti gelap malam di tanggal tiga puluh satu Desember pukul dua belas malam. Ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN