“Kak ... Kak Pablo!” Gadis yang duduk di sebelah Pablo memekik keras. “Dia siapa, Kak?! Orang itu, orang itu kejang-kejang, Kak. Kita harus segera hentikan mobilnya. Cari pertolongan.” “Enggak! Jalan terus Tito! Ikuti rencana kita,” jawab Pablo tegang sembari menghapus riasan di wajah dan rambut palsu yang ia kenakan. “Siap, Bos!” Pria yang mengemudikan mobil itu hanya menjawab pendek. Ia lebih memilih fokus menyetir. Memegang kemudinya dengan fokus paling tinggi. Bagaimana tidak? Kaca depan mobilnya sudah pecah. Menyisakan lubang besar bekas ditembus peluru. Pecahannya berhamburan ke dalam mobil. Bercampur dengan darah yang mengucur dari tubuh Senja. “Bertahanlah Senja, bertahanlah!” Pablo yang duduk di belakang kursi anak muda itu terus memegangi tubuhnya. Timah panas itu menembu

