Untuk sebuah makan malam.

1856 Kata

Mobil sedan hitam Markus melesat. Mesin enam ribu cc tersebut bergerak. Menyalip banyak kendaraan di depannya. Meliuk, menerobos beberapa kemacetan kecil yang mulai terbentuk di depannya. Sejujurnya, Markus juga tidak punya rencana untuk pergi ke mana pun siang hari ini. Kedua matanya tidak bisa lepas dari layar handphone yang ada di atas dashboard mobilnya. Berharap Irish segera membalas pesannya. Iya pesan yang tadi ia ucapkan padanya. Pesan berisi ajakan makan malam. “Ayolah, kau hanya tinggal balas dengan setuju maka urusan ini akan jadi sangat sederhana, Ris.” Markus mengeluh, berbicara dengan bulatan setir yang dipegang tangannya. Sekarang, ia jelas tengah merasa bersalah. Banyak kalimat yang sebenarnya tidak penting juga ia ucapkan pada Elle. Banyak hal yang akhirnya justru m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN