“Enggak! Nggak mungkin,” jawab Irish dengan cepat. Mengangkat wajahnya, menatap Markus dengan matanya yang berkaca-kaca. “Aku nggak mungkin memutuskan Mas Pablo, Mas. Aku .... aku, ak–aku mencintainya, Mas. Sangat mencintainya,” lanjut Irish. Gadis itu, dari wajahnya saja sudah bisa ditebak kalau cintanya sungguh tulus. Hatinya sudah sepenuhnya berlabuh di pelabuhan hati Pablo. Markus tahu itu dan sejujurnya, ia juga tak punya cara apa pun lagi. Inilah risiko dari rencana itu. Membuat jatuh cinta seorang perempuan jelas bukan perkara yang gampang. Lebih-lebih lagi, Irish sudah berpasangan, Markus juga sudah punya Elle. “Tapi kau tahu kan, Ris. Kau tahu kan apa yang sudah dilakukan Pablo? Mau sampai kapan kamu bertahan di dalam hubungan yang seperti ini?” Tak ada jawaban, Irish h

