Pagi itu, suasana kantor terasa sedikit berbeda. Bukan karena ada perubahan besar yang langsung terlihat, tapi karena ada sesuatu yang sudah selesai, dan semua orang seolah tahu itu. Raka berjalan masuk seperti biasa, langkahnya tenang, wajahnya datar. Ia tidak mencari tahu, tidak juga bertanya. Tapi beberapa tatapan yang ia terima cukup memberi jawaban. Ada yang sekilas menatap, lalu berbisik pelan dengan rekannya. Ada yang hanya mengangguk kecil saat berpapasan. Dan ada juga yang menepuk bahunya ringan. “Mas Raka,” salah satu rekan mendekat. “Sudah dengar?” Raka menoleh. “Apa?” Rekan itu menurunkan suaranya sedikit. “Dia… sudah dipanggil HR tadi pagi.” Raka tidak langsung bereaksi. Ia hanya mengangguk kecil. “Lalu?” tanyanya singkat. Rekan itu menarik napas pelan. “Katanya… langsung dib

