Bastian dan Bee turun dari mobil. Wajah Bastian masih saja di tekuk kesal. Bagaimana tidak? Dirinya harus di ajak makan di tempat yang benar-benar menjijikan. Kening Bee mengerut ketika melihat suasana warteg yang sepi dan bahkan tak ada satu pengunjung pun. Biasanya juga kalau jam makan siang di sini sangat ramai. Lalu kenapa hari sepi sekali? "Kak, apakah warteg ini tutup?" tanya Bee. "Tidak, Nona. Itu buka!" tunjuk Julio. Jelas sepi, karena Bastian sudah memerintahkan Julio agar menyewa tempat tersebut. Mana mau Bastian di lihat oleh banyak orang? Wajahnya privasi dan tentu tidak semua orang bisa melihatnya. "Kalau sepi begini mana seru!" Bee mendesah pelan. "Lebih enak sepi," jawab Bastian merangkul bahu istrinya. Dia pria yang menyukai kesunyian dan kadang bising dan merasa

