"Kau sudah pulang, Son?" tanya seorang lelaki paruh baya. Lelaki tampan itu menoleh dan tersenyum ada sang ayah. "Iya, Dad. Mana mommy?" tanyanya yang tidak melihat sang ibu. Pria paruh baya itu menghela napas panjang lalu dia hempaskan perlahan. "Seperti biasa," jawabnya dengan nada berat. Keduanya duduk di sofa. Lelaki tampan itu melongarkan dasi yang terasa mencekik leher serta mengulung kemejanya hingga sampai siku. "Bagaimana? Apa ada jejak tentang adikmu?" tanyanya pada sang anak. Lelaki itu menggeleng dengan wajah sendu dan lemasnya. "Belum, Dad. Belva hilang baik di telan bumi. Sampai sekarang belum ada jejak tengang dia. Padahal aku sudah mengerahkan semua orang suruhan kita," jelasnya. Keduanya terdiam dan sibuk dengan pikiran masing-masing. Mengenang masa bahag

