[8] Amnesia

1002 Kata
Mohr Beach 09.30 AM Tujuh hari kemudian, tubuh Sagey dan Paler ditemukan di sebuah pantai. Tim penyidik dari Matildas Intelegencie Familia bertebaran memenuhi pantai untuk mencari barang bukti atas kejadian pembunuh yang menimpa sepasang suami istri ini. Beberapa anggota MIF juga ada yang ditugaskan di rumah mereka untuk menganalisa jejak sepatu yang ada di rumah mereka, dan benda tajam yang terlihat merobek bagian perut mereka hingga menembus ke belakang. Bangcox mengacak rambutnya kasar, ia terlalu frustasi dengan semua kenyataan ini. "Cox," panggil Jjmxn sambil melangkahkan kakinya menghampiri Bangcox yang sedang sibuk di tempat lain. "Ya? Kau sudah temukan petunjuk lain?" tanya Bangcox. Jjmxn menyerahkan sebuah hasil foto yang baru saja ia ambil tadi pada tubuh Sagey dan Paler. Pada gambar pertama dan kedua, terlihat bagian lengan kanan mereka, tepatnya di atas urat nadi, tergambar sebuah gelombang tidak beraturan yang tertutup oleh darah mereka yang sudah mengering. Lalu, pada gambar tiga dan empat, saat darah itu dibersihkan, gambar itu hanyalah sebuah gelombang tak beraturan yang membentuk seperti lingkaran. "Mungkin dia tidak dapat membuat double lingkaran dengan baik," ujar Bangcox. "Apa menurutmu itu lingkaran?" tanya Jjmxn. Bangcox menanggukan kepalanya, "Aku rasa begitu." "Gambar ini terdapat di lengan Sagey dan Paler. Ku rasa ini bukanlah double lingkaran biasa." Jjmxn menunjuk setiap bagian foto itu. Tubuh Sagey dan Paler sudah ditutupi dengan kain berwarna putih dan sebentar lagi akan di bawa menuju Markant, gedung pusat autopsi untuk MIF. Markant adalah nama gedung pusat untuk path Matildas Intelegencie Familia, Solustima untuk Maple, White Stallion untuk Slade h****n dan gedung Black Forest untuk Golden Entertainment. Bangcox menghampiri tubuh Sagey dan Paler yang sudah tidak bernyawa lalu memberi salam untuk terakhir kalinya pada mereka, sebagai rasa hormat atas jasa yang telah mereka lakukan pada MIF. Terdengar suara inrichter dari saku celana Bangcox. Bangcox segera mengeluarkan inricher-nya dan terlihat ada sebuah panggilan video dari Shnz. Bangcox menekan tombol berwarna hijau dan tampak Shnz di dalam inrichter-nya. "Bagaimana perkembangan Delwish?" tanya Bangcox. "Kondisinya sangat kritis, bahkan presentasi untuk tetap hidup hanya sekitar 20%," jelas Shnz. "Masih ada harapan. Tetap pasang alat-alat pengobatan pada Delwish dan jangan mencabutnya sampai ia sudah tidak menunjukan tanda kehidupan lagi." "Baik." Shnz memutus sambungan panggilan video itu. Bangcox kembali memasukan inrichter-nya ke dalam saku. Nafasnya terdengar berat. Ia menghampiri tubuh Paler dan membuka kain penutupnya dan mengecek pola itu. "Sepertinya hanya Delwish saksi mata dalam peristiwa pembunuhan ini. Kasihan sekali dia, disaat dirinya koma, ia harus menerima kenyataan bahwa Paler dan Sagey sudah tidak ada," gumam Bangcox. "Cox, orang yang menemukan dan melaporkan Sagey dan Paler adalah Alpino. Dia tinggal di dekat sini. Apa kau mau mengunjunginya?" tawar Jjmxn. "Dia sudah kau introgasi kan? Jika sudah, biarkan dia menjalani aktifitasnya lagi. Dia sama sekali tidak terlibat dalam kasus ini," jawab Bangcox. Jjmxn hanya menganggukan kepalanya mendengar jawaban dari Bangcox. Tubuh Sagey dan Paler ditemukan sudah tidak bernyawa setelah dinyatakan menghilang selama tujuh hari. Orang yang menemukan mereka adalah Alpino, seorang anggota path Slade h****n yang sering mendapatkan pekerjaan sebagai pencari kerang dan mutiara bayaran untuk memenuhi kebutuhan sebuah tempat makan yang berada di kota Skyrothgar. Kondisi tubuh Sagey dan Paler hanya ditemukan robekan pada perut sebelah kanan yang menembus hingga ke bagian belakang, yang disebabkan oleh pisau. Pisau itu sendiri sudah ditemukan di kamar apartemen mereka, namun tanpa sidik jari sedikit pun. Pada tangan kanan mereka, tepatnya di atas nadi mereka, terdapat sebuah gambar seperti double lingkaran yang tidak beraturan. Gambar itu diukir menggunakan pisau yang jauh lebih kecil. Keberadaan Sagey dan Paler tidak terdeteksi karena pembunuh itu melepas alat pelacak yang biasa diletakkan di balik telinga. Tubuhnya ditinggalkan dengan pakaian yang sama dengan pakaian yang terakhir kali mereka gunakan. Mereka diletakkan begitu saja, di sebuah pantai yang berbatasan dengan Brood, dan hanya disandarkan pada sebuah batu besar tanpa penutup apapun. Bangcox meminta Shnz, Jjmxn dan Okep untuk melakukan autopsi terhadap tubuh mereka. Sedangkan Bangcox akan merawat Delwish yang sedang terbaring koma di Infrimary. "Tolong jangan informasikan ini pada Golden Entertainment. Aku takut, jika pembunuh itu mengetahui bahwa Delwish masih hidup, ia akan segera membunuhnya dan menghilangkan saksi mata satu-satunya yang kita miliki saat ini," perintah Bangcox pada Jjmxn. Delwish Room, Infirmary 09.25 AM Kamar dengan lapisan cat warna putih itu terdengar sunyi, seperti tidak ada tanda-tanda kehidupan. Di sana, hanya terbaring seorang anak perempuan yang tidak kunjung sadarkan diri. Bahkan, perawat yang memeriksanya sudah menyatakan ia tidak ada harapan hidup. Bangcox bersikeras bahwa Delwish akan segera pulih. Ia tetap membayar biaya tunjangan pengobatan Delwish, meski tanpa kepastian, kapan tepatnya Delwish akan terbangun dari tidur panjangnya. "Bisakah kau ikhlaskan dia saja? Dia sudah tidak ada harapan hidup, Cox," ujar Yechi. "Ia masih hidup. Aku akan tetap menunggunya walaupun dua puluh tahun kemudian dia baru sadarkan diri." Bangcox mengusap kepala Delwish. Sebelum Paler dan Sagey tewas, mereka sempat meminta pada Bangcox untuk mengadakan rapat mendadak di The Rapture. Namun, Bangcox terpaksa menolaknya karena gedung itu sedang dipakai oleh Grey, untuk rapatnya dengan Horus mengenai langkah selanjutnya dan hukuman yang diterima bagi para pencuri Piper. Tidak ada pesan lain sebelum kepergian Sagey dan Paler, dan itu menjadi penyesalan yang mendalam bagi Bangcox karena menolak permintaan mereka. "Kau sangat kerasa kepala, Cox!" Yechi pergi meninggalkan kamar rawat Delwish. Bangcox hanya menghela nafasnya dan kembali mengusap kepala Delwish. "Cepatlah sadar, banyak hal yang harus kau jelaskan pada kami, Del," gumam Bangcox. * * * * * * * * * * 293 hari kemudian . . . Delwish sadarkan diri setelah 293 hari terbaring koma. Ia hanya terdiam dan tidak mengingat apapun yang telah terjadi padanya. Ia mengedarkan pandangannya dan hanya mendapati seorang pria asing yang terduduk di sebuah sofa dan matanya terpejam dengan tangan melipat di depan dadanya. "Akh!" pekik Delwish saat merasakan nyeri pada kepalanya. Kepalanya terasa sangat pening saat ia berusaha bangkit dari posisi tidurnya. Pria itu membuka matanya perlahan dan ekspresi terkejut sangat terlihat jelas di wajahnya. "Delwish? Kau sadar? Apa terasa sakit? Bagian mana yang sakit?" tanya Bangcox dengan pertanyaan bertubi-tubi. Delwish mendongakan kepalanya dan menatap mata kecoklatan milik pria itu, "Siapa kau?"
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN