“Enggak ada yang perlu kamu maafkan.” Langit berbicara pada Alaina lalu memeluknya dari belakang. Dia meletakkan kepalanya di bahu kanan istrinya kemudian tersenyum. Alaina memutar matanya. “Capek? Mau aku pijat?” Langit menawarkan diri yang segera diangguki oleh Alaina. Pria itu berusaha mengalihkan pikiran istrinya yang sejak tadi menuntut kedua orang temannya. Sementara kedua orang itu bingung harus berkata apa. Pria itu tersenyum samar lalu membimbing istrinya menuju sofa terdekat, sementara Bram dan Austin kembali pada permainan mereka. Alaina memerhatikan dua orang pria itu bermain gim yang dia sendiri tidak tahu dapat dari mana. “Kalian beli di mana gim itu?” tanya Alaina penasaran juga. “Pinjam.” Jawab Austin sementara Langit memilih untuk memijat kaki Alaina perlahan. “P

