Langit terbangun dengan Alaina masih tidur di sampingnya seraya memeluk lengannya erat. Napas istrinya naik turun secara perlahan. Tubuhnya yang tidak berbalut pakaian tersebut membuatnya tersenyum. Kasihan karena istrinya yang sepertinya lelah, diselimutinya tubuh itu dengan selimut hingga batas leher. Langit mengusap lengan kanan lalu ke lengan kirinya yang lecet karena cakaran kuku Alaina semalam. Dia terpaksa tidak mandi kemarin karena istrinya tidak memperbolehkannya keluar dari kamar. Alaina marah lalu mencakar lengannya karena dia ingin ke kamar mandi untuk membersihkan diri setelah kegiatan mereka. Perlahan Langit beranjak dari tempat tidur. Dipakainya celana pendek serta kausnya lalu menuju pintu. Diliriknya Alaina yang bergerak memeluk guling. Dia berjingkat keluar dari kamar

