Malam Semakin Panjang

1913 Kata

Ucapan Alaina membuat Langit tertawa, dia hendak melepaskan pelukannya namun dicegah. Alaina menggenggam erat tangan suaminya yang masih berada di perutnya. “Kenapa?” Langit tersenyum-senyum melihat bibir Alaina yang mengerucut. Istrinya menggeleng. “Kenapa?” tanyanya lagi. “Mau ke mana?” tanya Alaina dari cermin, “aku cuma bercanda tadi.” Langit senang bukan main mengetahui Alaina tidak ingin jauh darinya. Entah karena hormon kehamilan atau karena yang lain, tetap saja dia merasa dunia sudah dia genggam saat ini. “Kita keluar dan sambut tamunya. Ya? Atau kamu mau makan?” Alaina menghela napas, “aku lapar. Ada stroberi? Roti manis nenek?” Langit tersenyum, “Nenek enggak buat roti manis hari ini, Sayang. Tapi ada stroberi kurasa. Tapi kamu makan nasi dulu, ya?” Alaina mengangguk.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN