Kia duduk di hadapan Langit dan Alaina di meja makan. Ditatapnya anak dan menantunya. Alan sedang ada urusan yang membuatnya belum pulang. “Ya,” Kia mengangguk menjawab pertanyaan Langit sebelumnya, “Mama Rani menitipkan cincin itu pada mama. Dia sendiri memakai cincin duplikat saja yang dibuatnya sama persis seperti itu. Mama Rani memberikan cincin itu saat kami berpisah di Bandara. Dia bilang titip cincin itu untuk Alaina dan Langit jika seandainya mereka berdua menikah.” Langit menatap Kia dengan kedua tangan menggenggam tangan istrinya erat. “Apakah mamaku punya perasaan kalau aku dan Alaina pasti menikah, Ma?” Kia mengangguk, “Rani selalu yakin pada perasaannya. Dia yakin kamu dan Alaina akan bertemu nantinya.” Langit tersenyum tipis. Dia sangat menyayangi mamanya sekarang. Jika

