Pada sore harinya, mereka memutuskan untuk pulang ke Malang menggunakan pesawat yang khusus disewa Langit hanya untuk mereka berdua. Para tamu undangan akan menyusul menggunakan pesawat yang lain esokan harinya dan diberikan fasilitas menginap di hotel berbintang. Alaina hanya mengundang Kaila dan pemilik rumah kontrakan saja. Sedangkan Langit mengundang beberapa orang termasuk Austin, dokter Sonia dan Bram. Beberapa kolega bisnisnya juga diundangnya demi memberitahukan bahwa dia sudah melepaskan masa lajangnya dan berhak atas perusahaan. Saat akan mendarat, Alaina melihat pesawat yang kosong. Hal itu membuat Langit mengerutkan keningnya pada wanitanya. “Ada apa?” Alaina menggeleng, “sepi. Cuma kita saja.” Langit tertawa. “Ya, aku sengaja menyewa pesawat kelas satu itu hanya untuk kit

