Memanfaatkan Keadaan

1527 Kata

Seseorang menggoyangkan bahu Alaina perlahan. “Alaina, bangun.” Alaina mengerutkan keningnya lalu membuka mata perlahan. Matanya mengerjap saat melihat Langit duduk di sampingnya dengan mangkuk berisi entah apa. “Makan dulu.” Ucap Langit dengan lembut. Alaina tidak protes. Dia berusaha duduk. Kepalanya yang sedikit pusing membuatnya merebahkan tubuh lagi. “Kepalaku pusing.” Bisiknya. Dia baru kali ini sakit dan merepotkan orang. Langit tidak mengatakan apapun. Pria itu sibuk dengan mangkuknya. Dia meniupkan sesuatu dari sendoknya kemudian disodorkannya di depan bibir Alaina. Alaina lagi-lagi tidak protes. Dia membuka mulutnya dan memakan apapun pemberian Langit. Ternyata bubur yang baru saja dibuat. “Kamu yang buat?” tanya Alaina pelan. Langit mengangguk pelan. Dia mendongak menata

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN