“Hari ini kamu enggak perlu ke kantor.” Kata Langit pada Alaina yang baru saja turun dari lantai dua. Dapur dan tangga menuju lantai dua yang berdekatan membuat Alaina dengan mudah menemukan Langit yang sedang minum kopi. “Tapi pekerjaanku banyak.” Langit menghabiskan kopinya lalu berdiri, “enggak apa-apa. Aku masih bisa menangani sendiri,” dirapikan dasinya lalu dipakainya jas kerjanya. Dia berjalan mengitari meja makan menuju Alaina yang duduk di seberangnya. Dia mengulurkan tangannya hendak mengusap pipi Alaina namun diurungkannya. Alih-alih mengusap pipi Alaina, dia mengambil roti lapis isi selai kemudian meletakkannya di piring. Alaina dan sikapnya telah membuat Langit putus asa, “aku berangkat dulu. Kamu di rumah saja, ya. Mau?” tanyanya pada Alaina lagi. Sedikit berharap. Alaina

