Kepercayaan

1630 Kata

“Oke,” Alaina masih mengulurkan tangannya, “berikan pisau itu dan kita bicara baik-baik, ya?” Sandi mundur saat Alaina bergerak maju. Para tetangga mulai bermunculan mengerubungi rumah kontrakan Alaina. Mereka merasa penasaran dengan ribut-ribut yang terjadi. “Sandi,” Alaina berbicara dengan lembut sekarang. Dia tidak tahu harus melakukan apa pada pria yang sudah melukai hatinya itu. Memercayainya atau justru tidak? Melihat Sandi yang seperti ini membuat hatinya sedikit luluh. Ditatapnya Sandi dengan penuh keyakinan bahwa pria itu sudah berubah, “berikan pisaunya dan kita bersama lagi.” Bisik-bisik memenuhi udara. Para tetangga dibuat tegang pula dengan tingkah Sandi. Pria yang mereka tahu memiliki sikap yang sopan pada mereka. Sandi yang jarang datang ke rumah kontrakan itu mereka nil

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN