Kenangan Masa Lalu

2072 Kata

“Na, katanya tenda saja. Ini kenapa yang datang banyak begini?” Kaila berdiri seraya memerhatikan satpam dan seorang kurir meletakkan peralatan berkemah di atas rumput. Alaina menggeleng, “entahlah. Enggak jelas.” Gerutunya. “Na—” Ucapan Kaila berhenti saat gawai Alaina berbunyi. Buru-buru Alaina mengambil gawainya. Dia menyengir pada Kaila, “bentar, ya, La,” katanya lalu berjalan masuk ke dalam rumah, “Langit!” Alaina mendesis jengkel. “Sudah datang, ya?” Langit bertanya santai. Alaina mengacak rambutnya. “Kenapa banyak banget kamu beli?” Alaina menggeram sebal. “Loh, katanya mau kemah? ya persiapannya banyak, Sayang. Bukan tenda saja.” “Argh!” Alaina menggeram. Dia memukul pelan dinding yang ada di dekatnya, “terus buat apa kartu kredit? Aku enggak butuh. Uang yang kemarin masih

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN