“Jadi ini rumah saudaramu?” Kaila menatap takjub rumah mewah itu. Saat masuk ke dalam rumah tadi, matanya disuguhkan pemandangan deretan mobil sport mewah yang berada di garasi. Mobil-mobil itu bersisian dengan mobil boks dan motor matik baru. “Oiya,” Kaila teringat sesuatu, “saudaramu punya mobil boks juga ya. Untuk apa?” Alaina segera mengangkat bahu. Dia tidak mungkin mengatakan bahwa mobil boks itu sebelumnya mengangkut berbagai barang-barangnya dari Bekasi ke Jakarta. “Aku enggak tanya.” Jawab Alaina. Kaila mengangguk. “Kita duduk di ruang keluarga saja, ya, atau di taman belakang rumah. Di kamarnya enggak ada tivi dan aku enggak tahu bagaimana cara pindahi tivinya.” Kaila tersenyum. Dia menurut saja. “Mau makan es krim? Saudaraku kusuruh beli es krim kemarin.” “Mau.” Kaila

