Dean tiba di rumahnya kemudian ia mengetuk pintu rumah. Tidak ada jawaban sama sekali. Hampir tiga menit Dean menunggu Nami membukakan pintu. Dean juga menghubungi ponsel Nami, tetapi dia tidak mengangkatnya. Dean akhirnya berjalan memutar melewati pekarangan belakang rumahnya. Dari jendela kaca besar itu ia dapat melihat Nami dan Lionel tertidur di depan televisi yang menyala. Dean membuka dengan pelan pintu kaca geser agar tidak membangunkan Nami serta Lionel. Nami tertidur sambil duduk sementara Lionel tidur di pangkuan Nami. “Senyenyak itu sampai tidak mendengarku mengetuk pintu.” Dean meletakkan barang belanjaannya di meja dapur. Kemudian ia menyalakan pemanas ruangan di kamarnya. Dengan perlahan ia mendekati Nami dan Lionel. Dean mengangkat tubuh Lionel dengan pelan. Keponakannya i

