Makan malam baru saja usai beberapa saat yang lalu. Dean mengajak Nami untuk duduk di halaman belakang rumahnya sambil menghidupkan api unggun. Api unggun kecil itu berada di tengah-tengah tempat duduk dari kayu. Mereka duduk di sana dengan secangkir s**u coklat hangat dan juga gitar. Dean mengatakan bahwa dia ahli bermain musik. “Kau ingin aku bermain lagu apa?” tanyanya dengan gitar yang siap dipetik. Nami menatap langit sejenak. Bintang dan bulan terlihat terang dari langit San Francisco malam ini. Dia tidak akan mendapatkan pemandangan seperti ini di Jakarta maupun Manhattan karena terlalu ramai. Setelah berpikir beberapa saat ia tahu lagu apa yang ingin dinyanyikan oleh Dean. “More Than Words dari Extreme,” ucap Nami diiringi senyum. “Baiklah, dengarkan aku sampai habis,” ujar Dea

