Nami mengerjapkan matanya ketika ia merasakan ada gerakan di sampingnya. Untuk beberapa saat Nami dalam kondisi tidak sadar total. Ia lupa di mana keberadaan dirinya saat ini. Namun, detik berikutnya ia melihat kaki-kaki orang yang berlalu lalang kemudian suara berisik dan yang terpenting, Nami merasakan ia sedang bersama seseorang. Dengan cepat Nami mengangkat tubuhnya kemudian ia terkejut bukan kepalang. “Dua jam tujuh belas menit. Itu waktu yang kau habiskan di pundakku.” Benar, jawabannya adalah Dean Gariando. Orang yang berada di samping Nami. Dean menatapnya dengan wajah masam. Kemudian ia meregangkan otot-otot tangannya yang terasa kaku. Nami masih mencerna apa yang terjadi padanya. Setahunya ia masih menonton pertunjukkan balet beberapa menit yang lalu. “Aku tertidur?” “Jangan

