Dean mengerjap-ngerjapkan matanya kemudian ia menutup matanya dengan kedua tangan. Silau dari sinar matahari yang masuk menembus jendela kamarnya dan tepat mengenai matanya membuat Dean terbangun. Hari sudah siang pikirnya kemudian Dean melihat ponselnya yang diisi daya baterai, sudah pukul delapan lewat empat menit. Dean kemudian duduk dan melihat sekelilingnya, ini bukan kamarnya, melainkan kamar yang ada di kantornya. Dean memang sering tidur di sana saat pekerjaannya lembur atau ia malas pulang. Setelah beberapa saat Dean memutuskan untuk ke kamar kecil. “Oh Dad, aku baru keluar dari kamar kecil. Sorry menunggu lama mengangkat telponmu,” saat Dean kembali dari kamar kecil ia mendengar ponselnya berbunyi dan ternyata ayahnya yang menelpon. “Dean, kau di rumah?” “Tidak Dad, aku di kan

