Twenty Seven

1415 Kata

“Hei kenapa kita lewat sini. Bukankah langsung belok dan lurus adalah jalan yang paling dekat,” protes Jeremy karena Dean mengajaknya untuk memutar jauh. “Tidak apa, aku hanya sedang ingin jalan-jalan.” “Kau sedang ditunggu dan kau masih ingin jalan-jalan. Apa kau tidak kasihan padanya?” Dean seolah tidak mendengar ocehan Jeremy Scott. Ia terus melajukan mobilnya dengan santai dan tiba di jalan yang sudah ia hapal. Dean memelankan jalan mobilnya. Jeremy Scott tidak terlalu peduli. Ia lebih memilih memainkan ponselnya. “Ya ampun, berita ini lagi. Aku sudah bosan melihatnya seminggu terakhir ini.” Jeremy berbicara dengan ponselnya. Sementara Dean menatap bangunan enam tingkat di depannya. Apartemen Nami berada di sana. Ini sudah hampir sebulan semenjak dia memutuskan untuk menjauhi Nami.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN